TEL AVIV – Situasi di pusat kesehatan Israel dilaporkan mencekam pada Jumat malam menyusul gelombang serangan rudal balistik Iran yang menghantam sejumlah titik strategis, termasuk Tel Aviv, Jaffa, dan area Bandara Internasional Ben Gurion. Ledakan hebat yang mengguncang kawasan tersebut mengakibatkan kepanikan massal serta tekanan luar biasa pada sistem kesehatan nasional.
Laporan dari media lokal, termasuk saluran televisi Channel 12, menggambarkan bagaimana guncangan akibat ledakan terasa hingga ke rumah-rumah warga, memicu arus pasien yang membludak ke rumah sakit. Di tengah kepadatan yang ekstrem, ketegangan antara warga dan staf medis mulai pecah.
Situs berita Rotter.net mengungkapkan adanya insiden kekerasan di salah satu ruang gawat darurat, di mana sekelompok individu dilaporkan merampas senjata api milik seorang dokter. Aksi nekat tersebut dilakukan demi memaksa tenaga medis memberikan penanganan instan bagi rekan mereka, mencerminkan hilangnya kendali di tengah situasi darurat keamanan.
Meskipun setidaknya sepuluh rudal dilaporkan menyasar jantung kota dan infrastruktur udara, otoritas Israel masih menerapkan sensor informasi yang sangat ketat. Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai jumlah korban jiwa, luka-luka, maupun tingkat kerusakan infrastruktur yang dirilis ke publik.
Bandara Ben Gurion, yang menjadi gerbang utama negara tersebut, dikabarkan turut menjadi sasaran langsung dalam serangan ini, menambah daftar panjang titik kritis yang terdampak oleh operasi militer Teheran.





