JAKARTA – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirangjurit, memberikan tanggapan keras terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim telah melumpuhkan kekuatan militer Iran. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Dian menilai pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar “perang berita” atau disinformasi yang jauh dari kenyataan di lapangan.
Klaim Trump yang Dipertanyakan
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa angkatan darat, angkatan laut, hingga sistem komunikasi militer Iran telah hancur. Trump bahkan menyebut dua gelombang pimpinan militer Iran telah hilang, menyisakan negara tersebut dalam kepemimpinan lapis ketiga.
Menanggapi hal ini, Dian Wirangjurit meminta masyarakat untuk waspada terhadap simpang siurnya informasi. “Perang berita memang sedang berlangsung terutama antara Iran dan lawan-lawannya. Disinformasi ini adalah bagian dari taktik mereka untuk menyampaikan informasi yang berbeda dengan kenyataan,” tegas Dian.
Kondisi Riil di Iran
Berdasarkan komunikasi langsung dengan rekan-rekan setianya di Iran, Dian mengungkapkan bahwa situasi di sana tidak seburuk yang digambarkan media Barat. “Saya masih berhubungan dengan teman-teman di Iran. Mereka masih hidup biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa dengan serangan ini karena memang sasarannya tidak terarah,” jelasnya.
Dian juga mengkritik gaya komunikasi Trump yang dianggapnya sering menyebarkan kebohongan. “Setiap hari yang disebarkan itu bohong, dari satu kebohongan ke kebohongan lain. Dia tidak berani bicara secara jantan apa yang sebenarnya terjadi di Timur Tengah,” tambahnya.
Iran Dinilai Masih Tangguh
Meski mengakui adanya tekanan besar karena Iran saat ini dikeroyok oleh sekitar 10 negara, termasuk keterlibatan beberapa negara monarki Arab, Dian menilai Iran tetap mampu bertahan. Ia menyebut serangan yang diterima Iran dilakukan secara tiba-tiba dan “pengecut”.
Terkait kemampuan militer, Dian mengungkapkan bahwa Iran telah mulai mengerahkan alutsista yang lebih mematikan. “Sekarang Iran sudah mulai mengeluarkan rudal-rudal yang lebih canggih, yang hipersonik, yang jangkauannya lebih jauh dan daya ledaknya lebih keras. Ini tidak diduga oleh lawan,” ungkapnya.
Isu Nuklir Sebagai Kedok
Dian juga menyoroti alasan nuklir yang sering digunakan untuk menyerang Iran. Ia merujuk pada otoritas IAEA (Lembaga Energi Atom Internasional) yang baru-baru ini menyatakan tidak terbukti adanya pengayaan uranium Iran untuk tujuan senjata nuklir.
“Secara resmi organisasi internasional sudah menyatakan bahwa Trump itu bohong. Mereka pikir dengan melontarkan kebohongan terus-menerus, orang akan percaya itu menjadi kebenaran (post-truth),” tutup Dian.
Saat ini, situasi di Timur Tengah masih terus dipantau seiring dengan meningkatnya ketegangan antara blok Amerika-Israel dengan Iran.





