TEHERAN – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-28 dari Operasi Janji Sejati (True Promise) 4. Dalam serangan besar-besaran kali ini, Teheran mengerahkan alutsista terbaru mereka, rudal “Kheibar”, yang dirancang khusus dengan hulu ledak sangat berat untuk menembus target strategis di wilayah pendudukan Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat.
Pernyataan resmi IRGC menegaskan bahwa serangan presisi ini diarahkan langsung ke pusat-pusat krusial seperti Tel Aviv dan Bir al-Sabe’. Selain target di wilayah Israel, Iran juga menghantam infrastruktur vital di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania, yang diidentifikasi sebagai pusat operasi utama bagi pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat yang terlibat dalam agresi terhadap kedaulatan Iran.
Teheran memperingatkan bahwa intensitas dan kedalaman serangan ini akan terus meluas dalam beberapa hari ke depan sebagai balasan atas tindakan brutal koalisi AS-Israel.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, menyatakan dengan tegas bahwa militer Iran telah bersiap untuk perang jangka panjang hingga lawan mereka ditaklukkan. Menurutnya, penggunaan rudal Kheibar di medan tempur membuktikan bahwa teknologi persenjataan Iran telah mengalami kemajuan pesat dalam hal akurasi dan fleksibilitas.
Ia juga menantang pihak lawan yang selama ini mengklaim mengetahui jumlah cadangan rudal Iran untuk terus menghitungnya saat rudal-rudal tersebut menghantam target satu per satu.
Konflik terbuka ini sendiri pecah sejak akhir Februari 2026, dipicu oleh serangan udara terkoordinasi AS-Israel ke jantung wilayah Iran yang menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar serta gugurnya pemimpin negara, Sayyed Ali Khamenei.
Iran merespons dengan memproyeksikan kekuatan militernya ke seluruh kawasan Teluk, menyerang aset koalisi di berbagai negara tetangga guna mematahkan dominasi udara Barat. Sebelum gelombang ke-28 ini, IRGC juga mengklaim telah melumpuhkan Kilang Minyak Haifa menggunakan rudal “Kheibar Shekan” sebagai balasan atas serangan terhadap kilang minyak di Teheran.
Di dalam negeri, gelombang patriotisme dilaporkan terus meningkat seiring dengan aksi unjuk rasa rakyat yang mendukung penuh langkah angkatan bersenjata. Pihak militer menegaskan bahwa moral prajurit berada pada titik tertinggi untuk membalaskan darah para martir dan komandan yang gugur.
Dengan keterlibatan teknologi rudal bahan bakar padat yang mampu dipandu hingga saat benturan, Iran memberikan sinyal jelas bahwa mereka tidak lagi sekadar menggunakan retorika, melainkan aksi nyata yang merubah konstelasi militer di kawasan tersebut.





