TEHERAN – Gelombang massa dalam jumlah masif membanjiri jalan-jalan utama di seluruh penjuru Iran pada Senin, 9 Maret, sebagai bentuk demonstrasi persatuan nasional yang dramatis.
Jutaan warga berkumpul untuk menyatakan kesetiaan mutlak mereka kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei. Aksi yang dipusatkan di Lapangan Enqelab, Teheran, serta berbagai kota besar lainnya ini menjadi penegasan atas ketahanan bangsa Iran di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Pertemuan nasional yang dimulai serentak pada pukul 15.00 waktu setempat ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, ulama, anggota Basij, hingga para elit politik dan cendekiawan.
Para peserta tampak membawa bendera nasional serta potret mendiang Ayatollah Seyed Ali Khamenei bersandingan dengan foto pemimpin yang baru. Suasana haru dan semangat revolusioner menyelimuti kerumunan saat slogan-slogan dukungan seperti “Tangan Tuhan melindungi kita; Khamenei adalah Pemimpin kita” menggema di sepanjang rute aksi.
Selain sebagai bentuk dukungan kepemimpinan, aksi massa ini juga menjadi panggung kecaman terhadap serangkaian agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.
Para demonstran meneriakkan penolakan keras terhadap intimidasi asing, merujuk pada rangkaian konflik yang dimulai sejak Juni 2025 hingga eskalasi militer terbaru pada akhir Februari lalu.
Pesan yang disampaikan oleh massa sangat jelas: rakyat Iran tidak akan tunduk pada tekanan luar dan menganggap pihak lawan kembali melakukan kesalahan perhitungan strategis.
Penunjukan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei oleh Majelis Pakar Iran dilakukan pada dini hari tanggal 9 Maret, menyusul syahidnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang telah memimpin negara tersebut selama 37 tahun. Sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga setelah Imam Khomeini dan mendiang ayahnya,
Mojtaba Khamenei kini memikul tanggung jawab besar untuk menavigasi masa depan Iran. Dukungan masif di jalanan ini dianggap sebagai modal politik awal yang sangat kuat bagi sang pemimpin baru dalam menghadapi tantangan domestik maupun internasional yang kompleks.





