Hizbullah Lumpuhkan Tank dan Infrastruktur Strategis

LEBANON – Perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, meningkatkan intensitas operasinya sepanjang hari Sabtu (14/03/2026) dengan meluncurkan serangkaian serangan udara dan darat yang menyasar posisi militer serta infrastruktur strategis Israel.

Operasi ini mencakup penghancuran perangkat keras militer di garis depan hingga serangan jarak jauh yang menargetkan pusat pemeliharaan vital di wilayah Haifa.

Read More

Salah satu momen krusial dalam pertempuran darat terjadi di pintu masuk timur kota al-Taybeh. Setelah melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan kavaleri lawan, para pejuang Hizbullah berhasil menghancurkan sebuah tank Israel yang berusaha merangsek maju menggunakan peluru kendali presisi.

Laporan dari lapangan mengonfirmasi kerusakan total pada kendaraan tersebut serta jatuhnya korban di pihak awak tank. Selain itu, dua tank Merkava lainnya di dekat posisi Jal al-Allam juga dilaporkan terkena hantaman langsung dalam operasi terpisah.

Serangan artileri dan roket turut difokuskan pada titik-titik kumpul pasukan yang berada di wilayah Talat al-Khazzan, Aqbat Rab Thalathin, dan Proyek Taybeh di Lebanon selatan. Posisi militer yang baru didirikan di Talat al-Hamamis serta area dekat pusat penahanan Khiam juga tidak luput dari gempuran.

Selain target personel dan kendaraan, Hizbullah mengerahkan amunisi berkeliaran (loitering munition) untuk menyerang Pusat Rehabilitasi dan Pemeliharaan (7200) di selatan Haifa serta meluncurkan roket ke sistem pertahanan udara di Ma’alot-Tarshiha.

Sebagai bagian dari peringatan terhadap wilayah pemukiman di utara, gelombang roket diluncurkan ke berbagai distrik termasuk Liman, Shlomi, Hanita, hingga Metula yang terkena serangan sebanyak dua kali.

Markas besar Divisi ke-146 di Ga’aton yang terletak di timur Nahariya juga menjadi sasaran serangan roket strategis. Hizbullah menegaskan bahwa rangkaian operasi ini bertujuan untuk menghalangi kemajuan pasukan darat lawan sekaligus memberikan tekanan psikologis dan logistik yang berkelanjutan.

Situasi di lapangan menunjukkan adanya koordinasi militer yang semakin erat antara Hizbullah dan Iran dalam menghadapi agresi.

Perkembangan ini bertepatan dengan pengumuman gelombang ke-48 dari Operasi True Promise 4 oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang menggunakan kombinasi rudal Kheibar Shekan dan Qadr untuk menargetkan posisi lawan di Golan dan Haifa.

Integrasi kekuatan ini menandakan kesiapan aliansi regional dalam menjalankan perang jangka panjang yang terorganisir di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina.

Related posts