Berpulangnya Sang Intelektual Keamanan: Ali Larijani Gugur dalam Agresi di Teheran

TEHERAN – Republik Islam Iran tengah berduka sedalam-dalamnya menyusul pengumuman resmi Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengenai kemartiran Sekretaris Dewan, Dr. Ali Larijani.

Tokoh politik dan pakar strategi keamanan nasional paling menonjol di Iran tersebut gugur dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap ibu kota Teheran pada fajar Senin di bulan suci Ramadhan.

Read More

Dalam insiden tragis ini, Ali Larijani tidak gugur sendirian. Putra setianya, Morteza Larijani, bersama Wakil Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Reza Bayat, dan sejumlah pengawal pribadinya turut menjadi korban dalam serangan yang menyasar kediaman mereka.

Sekretariat memuji sosok Larijani sebagai pelayan seumur hidup bangsa yang hingga saat-saat terakhirnya tetap mendedikasikan diri untuk memperkuat posisi Iran dan menyerukan persatuan umat di hadapan ancaman asing.

Profil Perjalanan Hidup dan Intelektualitas

Ali Larijani lahir di Najaf, Irak, pada tahun 1958 dari keluarga ulama terpandang sebelum kembali ke Iran pada awal 1960-an.

Kehidupan akademisnya mencerminkan kedalaman intelektual yang jarang dimiliki tokoh politik, ia merupakan lulusan terbaik matematika dari Sharif University of Technology dan pemegang gelar PhD filsafat Barat dari Universitas Teheran dengan fokus pada pemikiran Immanuel Kant.

Karyanya seperti Metode Matematika dalam Filsafat menjadi bukti kontribusinya pada dunia sains dan filsafat sebelum ia sepenuhnya terjun ke kancah kepemimpinan nasional.

Karier politiknya mencakup berbagai peran strategis yang membentuk arah kebijakan Iran selama beberapa dekade terakhir:

  • Kepemimpinan Parlemen: Menjabat sebagai Ketua Parlemen (Majlis) selama tiga periode berturut-turut (2008–2020).

  • Keamanan Nasional: Pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (2005–2007) dan diangkat kembali oleh Presiden Masoud Pezeshkian pada Agustus 2025.

  • Militer dan Media: Memulai karier di IRGC pada tahun 1982 hingga mencapai pangkat wakil komandan, serta pernah memimpin Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB).

Sikap Tegas dan Pesan Terakhir

Larijani dikenal karena retorikanya yang tajam dan tidak kenal kompromi terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel.

Salah satu pernyataannya yang paling membekas adalah sindiran keras terhadap Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, di mana ia menegaskan bahwa para pemimpin Iran selalu berada di tengah rakyatnya, berbeda dengan skandal moral yang melibatkan beberapa elit di Barat.

Beberapa saat sebelum kemartirannya, Larijani sempat meninggalkan pesan tulisan tangan yang didedikasikan bagi 104 awak kapal fregat IRIS Dena yang gugur akibat serangan angkatan laut AS di Samudra Hindia.

Dalam pesan tersebut, ia menekankan bahwa pengorbanan para pelaut akan menjadi fondasi kekuatan abadi bagi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

Kini, sosok yang menuliskan penghormatan tersebut telah bergabung dalam barisan para martir, meninggalkan warisan intelektual dan strategi keamanan yang akan terus menginspirasi generasi mendatang.

Related posts