KAIRO – Otoritas terkait membuka kembali pintu perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir pada Kamis (19/03/2026).
Langkah ini diambil setelah hampir tiga minggu penutupan total, guna mengevakuasi sejumlah warga Palestina yang terluka untuk mendapatkan perawatan medis darurat di Mesir.
Pembukaan ini terjadi bertepatan dengan laporan petugas medis Gaza mengenai serangan udara Israel yang menewaskan empat orang di wilayah kantong tersebut.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa delapan warga yang terluka akibat serangan Israel, didampingi oleh 17 anggota keluarga mereka, telah diizinkan melintasi perbatasan.
Meskipun demikian, masih belum ada kejelasan mengenai jumlah warga yang diperbolehkan kembali dari Mesir menuju Gaza. Fasilitas penyeberangan ini sebelumnya sempat dibuka pada awal Februari namun lebih banyak ditutup sejak Mei 2024, sehingga pembukaan kembali ini memberikan sedikit napas lega bagi warga yang membutuhkan penanganan medis khusus.
Menurut sumber yang dikutip Reuters, pembukaan kembali Rafah merupakan hasil dari pembicaraan intensif antara utusan Dewan “Perdamaian” Presiden Donald Trump dengan pejabat Hamas di Kairo.
Upaya diplomatik ini dilakukan untuk mempertahankan gencatan senjata di Gaza yang berada dalam tekanan hebat sejak Amerika Serikat dan Israel memulai kampanye pengeboman terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Analis menilai stabilitas di Gaza sangat bergantung pada dinamika konflik besar yang tengah berlangsung di Teheran dan sekitarnya.
Meskipun sempat terjadi penurunan intensitas serangan di Gaza pada hari-hari awal invasi AS-Israel ke Iran, kekerasan kini dilaporkan mulai meningkat kembali.
Pada hari Kamis, dua serangan udara Israel di Kota Gaza menewaskan sedikitnya empat warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden terbaru tersebut.
Data dari kementerian kesehatan setempat menunjukkan bahwa hampir 680 orang telah tewas akibat tembakan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu.
Di sisi lain, Israel mengeklaim empat tentaranya gugur akibat serangan kelompok bersenjata di Gaza pada periode yang sama. Kedua belah pihak, Israel dan Hamas, terus saling melempar tuduhan atas pelanggaran komitmen gencatan senjata yang kian noda oleh rentetan kekerasan di lapangan.





