Banjir Bandang Akibat Cuaca Buruk Renggut Enam Nyawa

MUSCAT – Kesultanan Oman tengah menghadapi situasi darurat setelah hujan deras yang dipicu oleh sistem tekanan rendah menyebabkan banjir bandang luas di berbagai provinsi.

Hingga Selasa (24/03/2026), otoritas setempat mengonfirmasi bahwa bencana ini telah merenggut enam nyawa, termasuk insiden tragis yang menimpa seorang anak berusia tujuh tahun di wilayah Barka.

Read More

Selain jatuhnya korban jiwa di Al Batinah Selatan, tim darurat dilaporkan bekerja tanpa henti dan telah berhasil menyelamatkan lebih dari tiga puluh orang yang terjebak di tengah kepungan air yang bergerak cepat di wilayah pemukiman dan jalan raya.

Badai petir dan angin kencang yang menyertai cuaca ekstrem ini telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang meluas, terutama di ibu kota Muskat.

Pusat Peringatan Dini Multi-Bahaya Nasional mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh warga agar tidak mencoba melintasi lembah atau wadi yang banjir serta area dataran rendah.

Berdasarkan evaluasi petugas, sebagian besar fatalitas terjadi karena para pengemudi meremehkan kekuatan arus air saat mencoba menerjang genangan.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diperkirakan masih akan bertahan selama beberapa hari ke depan, sehingga kewaspadaan tinggi tetap menjadi prioritas utama.

Menanggapi risiko keselamatan publik, Kementerian Tenaga Kerja Oman telah mengeluarkan imbauan kepada lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk memberlakukan sistem kerja jarak jauh atau work from home mulai Selasa ini.

Kebijakan serupa juga diambil oleh Kementerian Pendidikan yang mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah, universitas, dan perguruan tinggi ke moda pembelajaran jarak jauh hingga 26 Maret 2026.

Langkah pencegahan ini berlaku di hampir seluruh kegubernuran, kecuali wilayah Al Wusta dan Dhofar yang relatif lebih stabil, guna meminimalkan mobilitas warga di tengah cuaca yang masih mengancam.

Sebagai bagian dari manajemen krisis, Komite Manajemen Darurat Nasional telah menyiapkan seratus enam puluh satu pusat bantuan di seluruh penjuru Kesultanan.

Saat ini, lima puluh tiga pusat di antaranya telah beroperasi penuh dengan fasilitas lengkap untuk menampung warga yang terdampak, termasuk aktivasi tempat penampungan di Sekolah Al-Ghaythrana, Adam, yang telah menampung ratusan individu dari belasan keluarga.

Pemerintah Oman mendesak masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui jalur resmi dan menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak di daerah rawan banjir hingga situasi dinyatakan kondusif oleh pihak berwenang.

Related posts