TEHERAN – Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi bahwa kompleks pengayaan nuklir Natanz telah menjadi sasaran serangan militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi (21/03/2026).
Pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita Tasnim menyebut tindakan tersebut sebagai “serangan kriminal” terhadap kedaulatan negara Republik Islam Iran.
Pusat pengayaan yang terletak di wilayah Iran tengah ini merupakan instalasi nuklir paling strategis milik Teheran. Meskipun menjadi target utama pengeboman, otoritas energi atom Iran memastikan bahwa sistem keamanan fasilitas tersebut masih terkendali.
Laporan teknis awal menyatakan bahwa tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang terdeteksi di area kompleks maupun wilayah pemukiman sekitarnya pasca ledakan terjadi.
Serangan terhadap Natanz menandai eskalasi paling berbahaya dalam kampanye militer yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir.
Hingga saat ini, pihak Washington dan Tel Aviv belum memberikan rincian operasional mengenai jenis persenjataan yang digunakan untuk menembus fasilitas bawah tanah tersebut.
Situasi di lokasi masih dipantau secara ketat oleh tim ahli nuklir nasional guna mengantisipasi dampak kerusakan infrastruktur jangka panjang.





