Hizbullah Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Pemimpin Iran, Tegaskan Kesetiaan pada Jalur Perlawanan

BEIRUT – Kelompok perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, secara resmi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada bangsa Iran dan seluruh umat Islam atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Sayyid Ali Khamenei. Dalam sebuah pernyataan yang penuh emosional, Hizbullah menyebut kehilangan ini sebagai duka besar bagi seluruh pejuang kebebasan di dunia.

Hizbullah menggambarkan Sayyid Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, melainkan sosok “cahaya yang menyinari jalan” bagi kaum tertindas. Pernyataan tersebut menekankan bahwa sepanjang hidupnya, sang pemimpin telah mendedikasikan segala kemampuan Republik Islam untuk membela hak-hak rakyat Palestina dan melawan arogansi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Beliau telah berpulang menuju kemuliaan Tuhan sebagai salah satu pemimpin syuhada terbesar dalam sejarah Islam,” tulis pernyataan tersebut. Hizbullah juga mengutuk keras serangan pengecut yang menyebabkan wafatnya sang pemimpin, dan menyebut pelakunya sebagai “teroris paling nista di era modern.”

Meskipun dalam suasana duka, Hizbullah menegaskan komitmennya untuk tidak goyah. Mereka memberikan janji setia kepada mendiang Sayyid Khamenei bahwa perjuangan melawan pendudukan Zionis akan terus berlanjut hingga kemenangan akhir tercapai.

Selain kepada rakyat Iran, ucapan duka cita juga ditujukan kepada jajaran kepemimpinan Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), parlemen Iran, serta keluarga besar almarhum. Hizbullah meyakini bahwa darah pemimpin yang gugur justru akan memperkuat persatuan poros perlawanan di kawasan tersebut dalam menghadapi agresi asing.

Related posts