Hujan Rudal Iran Hantam Israel Utara, Ledakan Mengguncang Yerusalem

YERUSALEM – Situasi di Timur Tengah kembali memanas pada Selasa pagi (24/03/2026) setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal terbaru yang menyasar wilayah utara Israel.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka tengah berupaya keras mencegat ancaman tersebut, sementara ledakan keras dilaporkan terdengar hingga ke pusat kota Yerusalem.

Read More

Segera setelah peluncuran pertama terdeteksi, pasukan pencarian dan penyelamatan dikerahkan ke lokasi terdampak di Israel utara untuk mengevakuasi warga dan membersihkan puing-puing bangunan yang hancur.

Layanan darurat Magen David Adom merilis dokumentasi video yang memperlihatkan kerusakan parah pada lantai atas sebuah bangunan dengan reruntuhan yang berserakan di jalanan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut, namun petugas medis dilaporkan telah memberikan perawatan kepada seorang pria berusia tiga puluh tahun yang mengalami luka ringan akibat pecahan peluru.

Meskipun Komando Pertahanan Dalam Negeri sempat menginstruksikan warga untuk masuk ke ruang perlindungan, larangan tersebut segera dicabut beberapa menit setelah ledakan kedua terdengar di Yerusalem.

Eskalasi militer ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim adanya pembicaraan diplomatik produktif dengan pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.

Namun, pernyataan Trump tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak Teheran. Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui telah berkomunikasi dengan Trump mengenai peluang kesepakatan damai, namun ia dengan tegas berjanji bahwa militer Israel (IDF) akan terus menggempur posisi musuh di Iran maupun Lebanon guna menjamin keamanan nasional jangka panjang.

Di front Lebanon, Israel terus memperluas operasi daratnya melawan Hizbullah dengan peringatan bahwa pertempuran akan berlangsung selama berminggu-minggu ke depan.

Serangan udara Israel di Beirut selatan pada hari Senin dilaporkan telah menelan lebih dari seribu korban jiwa dan memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.

Sementara itu, dampak kemanusiaan di pihak Iran juga kian memprihatinkan; data dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa perang ini telah menewaskan sedikitnya tiga ribu dua ratus tiga puluh warga Iran, termasuk ribuan warga sipil, sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Related posts