TEHERAN – Pihak intelijen Iran mensinyalir adanya rencana tersembunyi dari Israel untuk melancarkan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa di wilayah Al-Quds. Berdasarkan laporan dari kantor berita Tasnim, langkah ini diduga sebagai operasi “bendera palsu” (false flag) yang dirancang sedemikian rupa agar Iran dan kelompok perlawanan lainnya tampak sebagai pelaku penyerangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar akan melibatkan penggunaan rudal atau pesawat nirawak (drone). Momentumnya diperkirakan terjadi menjelang perayaan Hari Al-Quds. Tujuannya adalah untuk memicu kemarahan masyarakat di negara-negara Arab dan Muslim serta merusak citra sekaligus pengaruh diplomatik Iran yang belakangan ini dinilai kian menguat di dunia Islam.
Kecurigaan ini diperkuat oleh adanya laporan mengenai pengosongan wilayah di sekitar kompleks Al-Aqsa dari para pemukim secara bertahap sejak tengah pekan lalu. Iran menilai pergerakan ini merupakan bagian dari persiapan skenario serangan tersebut.
Di saat yang sama, otoritas setempat di Al-Quds mengabarkan bahwa akses bagi jemaah muslim untuk beribadah di masjid terus dibatasi ketat oleh kepolisian Israel, bahkan sempat muncul rencana penutupan total pada waktu-waktu ibadah tertentu.
Menanggapi situasi yang memanas, Teheran mendesak komunitas internasional dan negara-negara Muslim untuk bersikap waspada. Mereka memperingatkan bahwa segala bentuk kerusakan terhadap situs suci tersebut merupakan pelanggaran berat yang dapat memicu konsekuensi yang sangat serius di tingkat global.





