IRGC Melancarkan Gelombang Operasi ke-7 dan ke-8 sebagai Balasan atas Serangan Israel

TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan dimulainya fase ketujuh dan kedelapan dari “Operasi Janji Sejati 4” (True Promise 4). Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas serangkaian agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap wilayah Iran.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis sekitar pukul 16.00 waktu setempat, IRGC menegaskan bahwa serangan balasan dalam skala besar telah diluncurkan ke berbagai target musuh. Operasi ini merupakan buntut dari serangan selama dua hari terakhir yang mengakibatkan jatuhnya lebih dari 200 korban jiwa. Berdasarkan data dari Bulan Sabit Merah, korban mencakup pejabat negara serta warga sipil, termasuk tragedi menyedihkan yang menewaskan lebih dari 145 anak-anak dalam serangan di sebuah sekolah dasar di Provinsi Hormozgan.

Read More

Hingga saat ini, IRGC telah melakukan empat gelombang serangan presisi yang menyasar situs militer di wilayah pendudukan, termasuk pusat-pusat strategis di Tel Aviv dan Haifa. Laporan intelijen menyebutkan bahwa serangan tersebut memaksa para pemukim hingga pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, untuk berlindung di bunker bawah tanah yang dijaga ketat.

Tidak hanya menyasar wilayah pendudukan, Teheran juga mengarahkan serangan ke pangkalan-pangkalan yang dioperasikan AS di Asia Barat. Target tersebut mencakup Armada Kelima di Bahrain serta sejumlah instalasi penting di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) yang dianggap memberikan dukungan terhadap agresi ke wilayah Iran.

Ironisnya, eskalasi militer ini meletus di tengah proses diplomasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington yang dijembatani oleh Oman. Meski perundingan terakhir di Jenewa pada hari Kamis lalu menunjukkan “kemajuan signifikan”, upaya damai tersebut kini tertutup oleh bayang-bayang konflik bersenjata yang kian memanas.

Related posts