Lebanon – Situasi kemanusiaan di Lebanon kian memprihatinkan setelah gelombang serangan udara terbaru yang diluncurkan oleh militer Israel. Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh otoritas kesehatan Lebanon, setidaknya 31 orang dinyatakan gugur dan 149 lainnya mengalami luka-luka akibat agresi tersebut.
Serangan intensif ini dilaporkan menyasar beberapa wilayah kunci, termasuk ibu kota Beirut, kawasan lembah Bekaa, serta sejumlah titik di Lebanon Selatan. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil yang terjebak di tengah gempuran udara yang masif.
Tim medis dan penyelamat di lapangan terus bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan, di tengah kekhawatiran bahwa jumlah korban jiwa masih bisa bertambah. Eskalasi ini menandai salah satu hari paling mematikan dalam konflik yang sedang berlangsung, yang telah memicu gelombang pengungsian besar-besaran dan kerusakan infrastruktur yang parah di seluruh negeri.
Pemerintah Lebanon mengutuk keras tindakan ini dan mendesak komunitas internasional untuk segera turun tangan guna menghentikan pertumpahan darah yang terus berlanjut. Sementara itu, kondisi di rumah sakit-rumah sakit setempat dilaporkan mulai kewalahan menangani lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan darurat.





