Loyalitas Tanpa Syarat: Seluruh Matra Militer Iran Ikrar Setia kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei

TEHERAN – Kekuatan bersenjata Republik Islam Iran secara resmi menyatakan sumpah setia mereka kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis secara serentak, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kementerian Pertahanan, Dewan Pertahanan, hingga Pasukan Quds menegaskan komitmen penuh mereka untuk berdiri di belakang kepemimpinan baru ini.

Read More

Momentum ini dianggap sebagai titik krusial dalam peta politik Teheran, sekaligus menunjukkan soliditas militer di tengah tekanan eksternal yang kian meningkat.

Pernyataan kesetiaan dari jajaran militer tertinggi tersebut tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap hierarki kepemimpinan yang baru, tetapi juga menekankan kesiapan tempur mereka dalam menjaga nilai-nilai dan prinsip Republik Islam.

Deklarasi ini muncul di saat Iran sedang menghadapi agresi militer skala besar dari Amerika Serikat dan rezim Zionis sejak akhir Februari lalu. Pihak militer menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini justru akan memperkuat dedikasi mereka terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan di tengah situasi perang yang dipaksakan oleh pihak asing.

Proses penunjukan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sendiri dilakukan oleh Majelis Pakar Iran pada dini hari tanggal 9 Maret.

Setelah melalui tinjauan yang presisi dan ekstensif, Majelis Pakar memenuhi tugas konstitusionalnya dengan memilih Mojtaba sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga, menggantikan mendiang Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang telah memimpin Iran selama 37 tahun.

Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara dengan mayoritas mutlak anggota majelis, meskipun proses pemilihan berlangsung di bawah ancaman langsung dan kondisi peperangan yang sedang berkecamuk.

Majelis Pakar, dalam pernyataan resminya, juga menyampaikan belasungkawa atas syahidnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari.

Mereka menegaskan bahwa meskipun musuh mencoba melumpuhkan sistem pengambilan keputusan di Teheran, institusi negara tetap berjalan stabil dan efektif.

Sebagai badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat setiap delapan tahun sekali, Majelis Pakar memastikan bahwa transisi ini sah secara agama dan konstitusi guna menjaga kesinambungan revolusi di masa depan.

Related posts