Gelombang Protes Meluas: Pengunjuk Rasa di 50 Kota AS Desak Penghentian Perang Melawan Iran

NEW YORK – Tekanan domestik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump meningkat tajam seiring pecahnya aksi demonstrasi besar-besaran di lebih dari 50 kota di seluruh Amerika Serikat sepanjang akhir pekan ini.

Memasuki minggu kedua konflik, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan guna memprotes agresi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Massa menuntut penghentian segera operasi militer yang dinilai melanggar hukum internasional dan justru membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat sendiri.

Read More

Di Manhattan, New York, ratusan warga memadati Union Square dengan membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap perang baru di Timur Tengah.

Para demonstran menyuarakan kritik tajam terkait pembengkakan anggaran militer yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS per hari, di tengah krisis biaya hidup dan keterjangkauan layanan publik di dalam negeri.

Warga berpendapat bahwa dana raksasa tersebut seharusnya dialokasikan untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan transportasi umum, ketimbang mendanai operasi penggulingan rezim yang dianggap hanya menguntungkan kepentingan politik tertentu.

Aksi serupa juga terjadi di Los Angeles, di mana ratusan orang berkumpul di depan Balai Kota sambil mengibarkan bendera Iran sebagai bentuk solidaritas terhadap warga sipil yang menjadi korban.

Beberapa pengunjuk rasa menyatakan bahwa serangan udara terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir Iran merupakan kejahatan perang yang menghancurkan stabilitas regional.

Muncul pula tudingan dari orator di lapangan bahwa eskalasi militer ini merupakan upaya pengalihan isu dari skandal domestik yang sedang menimpa pemerintahan AS, sekaligus mengecam kegagalan Kongres dalam mengesahkan resolusi Kekuatan Perang (War Powers Act) untuk menghentikan pertumpahan darah.

Para orator di berbagai lokasi unjuk rasa memperingatkan bahwa Amerika Serikat seolah tidak belajar dari kegagalan sejarah di masa lalu saat melakukan intervensi militer ke negara lain.

Mereka mendesak agar kebijakan luar negeri Washington segera diubah sebelum dampak internasional dari perang ini menjadi tidak terkendali.

Sejak agresi skala besar dimulai, Iran telah merespons dengan serangan rudal dan drone yang menyasar aset-aset AS di Timur Tengah, menciptakan situasi yang menurut para demonstran hanya akan menjerumuskan kaum pekerja dan rakyat sipil ke dalam penderitaan yang lebih dalam.

Related posts