IRGC Umumkan Gelombang ke-40 Operasi Janji Sejati 4, Bekerja Sama dengan Hizbullah

TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan dimulainya gelombang ke-40 dari Operasi Janji Sejati 4.

Dalam pengumuman bersejarah ini, otoritas militer Iran menyatakan bahwa operasi skala besar tersebut dilaksanakan melalui koordinasi taktis langsung dengan pihak Perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah.

Read More

Operasi gabungan yang diluncurkan dengan seruan “Ya Amir al-Mu’minin” ini melibatkan pengerahan berbagai jenis rudal balistik dan mutakhir, termasuk Qadr, Emad, Kheibar-Shekan, dan Fattah.

Gempuran ini menyasar lebih dari 50 target strategis yang tersebar di Tel Aviv, Al-Quds, dan Haifa. Selain itu, pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan regional, seperti Pangkalan Udara Al-Azraq dan Al-Kharj, turut menjadi sasaran utama dalam serangan terkoordinasi tersebut.

Sinergi militer ini diperkuat dengan pengumuman dari pihak Hizbullah mengenai Operasi Devoured Straw, yang melibatkan peluncuran lebih dari seratus roket ke wilayah utara.

Media di wilayah pendudukan melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam intensitas serangan rudal dari arah Iran dalam 24 jam terakhir.

Dampaknya, penduduk di berbagai kota terpaksa menghabiskan waktu panjang di tempat penampungan di bawah deru sirine yang berbunyi hampir tanpa jeda.

Sebelumnya, IRGC juga telah merampungkan gelombang serangan ke-39 sebagai bentuk penghormatan bagi para martir Iran yang gugur, termasuk Syahid Amir Mousavi.

Operasi tersebut menargetkan posisi militer Amerika Serikat di sepanjang Teluk menggunakan rudal balistik multi-hulu ledak. Pihak Iran mengklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan sejumlah infrastruktur militer lawan sekaligus menimbulkan tekanan psikologis yang hebat di kalangan pemukim.

Hingga saat ini, Iran terus menegaskan dominasinya dengan mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz yang strategis.

IRGC memperingatkan bahwa pihak agresor dan sekutu mereka tidak memiliki hak untuk melintasi jalur perairan tersebut. Dengan gelombang serangan yang terus berlanjut hingga hari ke-11, Teheran mengirimkan pesan bahwa operasi militer akan tetap dijalankan selama agresi terhadap kedaulatan mereka belum berakhir.

Related posts