Wakil Komandan IRGC: Rudal Bawah Laut Berkecepatan Tinggi Iran Siap Digunakan

TEHERAN – Kekuatan maritim Iran diprediksi akan memasuki fase baru yang lebih mematikan dalam beberapa hari mendatang.

Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi, mengungkapkan bahwa Teheran memiliki kesiapan teknis untuk mengerahkan alutsista bawah laut mutakhir yang mampu melaju dengan kecepatan ekstrem mencapai 100 meter per detik.

Read More

Dalam pernyataannya pada Rabu (11/03/2026), Fadavi menegaskan bahwa teknologi rudal bawah laut dengan kemampuan operasional setinggi itu merupakan pencapaian langka yang saat ini hanya dikuasai oleh Iran dan Rusia.

Sinyal penggunaan senjata ini muncul sebagai bentuk respons atas dinamika pertempuran yang kian intens, di mana Iran berupaya mempertegas dominasinya di jalur perairan strategis.

Fadavi juga memberikan gambaran mengenai peta kekuatan di lapangan, dengan mengklaim bahwa armada Amerika Serikat saat ini berada pada jarak aman setidaknya 700 kilometer dari garis pantai Iran.

Ia memperingatkan bahwa Teheran siap menghadapi skenario perang gesekan (war of attrition) dalam jangka panjang jika eskalasi terus berlanjut. Selain itu, otoritas militer Iran memberikan konfirmasi tidak langsung mengenai keabsahan laporan penangkapan personel militer Amerika, sembari mengisyaratkan adanya kejutan taktis lain yang telah disiapkan.

Di sisi kepemimpinan, Fadavi menekankan bahwa transisi otoritas kepada pemimpin baru Iran, Sayyed Mojtaba Khamenei, membawa perspektif yang kuat karena latar belakang pengalamannya yang luas di bidang militer, teknologi, dan politik.

Hal ini dinilai menjadi modal krusial bagi Iran dalam mengelola operasi “Janji Sejati 4” (True Promise 4) yang sedang berlangsung.

Rangkaian operasi rudal dan drone yang diluncurkan Iran terhadap pangkalan-pangkalan regional lawan merupakan jawaban langsung atas agresi yang menyasar infrastruktur sipil dan kedaulatan negara.

Dengan ancaman pengerahan rudal bawah laut ini, Teheran mengirimkan pesan bahwa mereka memiliki instrumen pertahanan yang mampu melampaui sistem deteksi konvensional dan siap memberikan dampak destruktif bagi pihak agresor.

Related posts