Hizbullah Hancurkan Enam Tank Merkava dalam Semalam

LIBANON – Unit pertahanan Perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, melancarkan serangkaian operasi penyergapan presisi yang mengakibatkan kehancuran enam unit tank Merkava milik pasukan pendudukan Israel di wilayah al-Taybeh, Lebanon selatan.

Operasi yang terjadi pada Selasa dini hari ini merupakan bagian dari kampanye militer “Operasi Jerami yang Dimakan” sebagai respons atas agresi masif yang menyasar desa-desa serta ibu kota Beirut.

Read More

Pertempuran sengit meletus saat pasukan lapis baja Israel mencoba merangsek maju untuk ketiga kalinya minggu ini menuju daerah al-Baydar al-Fuq’ani.

Pejuang perlawanan yang telah mendeteksi pergerakan tersebut melakukan penyergapan strategis menggunakan peluru kendali (ATGM), roket, dan artileri.

Serangan pertama terjadi tepat setelah tengah malam yang menghantam satu unit tank, disusul oleh gelombang serangan beruntun hingga pukul 01:30 pagi yang melumpuhkan total enam kendaraan lapis baja di area al-Taybeh dan Deir Sreian.

Kehancuran unit-unit kavaleri tersebut memaksa sisa personel militer Israel melarikan diri dari zona pertempuran di bawah perlindungan asap tebal.

Pihak militer Israel dilaporkan mengirimkan beberapa helikopter evakuasi medis untuk mengangkut korban luka di tengah hujan tembakan artileri dari pihak perlawanan yang terus menekan zona evakuasi. Kegagalan ini menunjukkan kesulitan besar yang dihadapi pasukan pendudukan untuk membangun posisi stabil di wilayah garis depan yang diperebutkan.

Selain penghancuran tank, Hizbullah juga melaporkan keberhasilan mereka dalam menjatuhkan drone pengintai Israel dan meluncurkan salvo roket yang menjangkau target lebih dari 200 km dari garis perbatasan.

Serangan terkoordinasi ini juga menyasar konsentrasi pasukan Israel di posisi penting lainnya seperti Aitaroun, Odaisseh, dan Talat al-Khazzan.

Kemampuan Hizbullah dalam mempertahankan tekanan operasional di sepanjang perbatasan ini dinilai sebagai hambatan utama bagi rencana invasi darat skala besar yang dicanangkan oleh komando militer lawan.

Operasi ini menegaskan kendali taktis para pejuang perlawanan di medan tempur Lebanon selatan, di mana penggunaan senjata antitank presisi terbukti mampu menetralisir keunggulan teknologi kavaleri lawan.

Hingga saat ini, wilayah al-Taybeh tetap menjadi palagan utama yang mematikan bagi upaya gerak maju pasukan pendudukan, memperkuat narasi ketahanan nasional Lebanon dalam menghadapi agresi bersenjata.

Related posts