YERUSALEM – Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target strategis milik pemerintah Iran di Teheran pada Sabtu pagi (21/03/2026).
Operasi ini dilakukan sebagai respons langsung atas beberapa gelombang tembakan rudal Iran yang menyasar wilayah Israel dalam kurun waktu enam jam terakhir.
Ibu kota Iran kini berada dalam kondisi darurat setelah mengalami pemboman hampir setiap hari sejak aliansi Amerika Serikat-Israel meluncurkan kampanye militer pada akhir Februari lalu.
Serangan udara Israel kali ini secara spesifik menargetkan situs-situs rudal balistik guna mendegradasi kemampuan operasional militer Teheran.
Meskipun belum ada rincian mengenai dampak kerusakan di lapangan, IDF menegaskan komitmen mereka untuk terus melumpuhkan rangkaian sistem pertahanan dan serangan milik pemerintah Iran.
Eskalasi di Teheran terjadi secara simultan dengan operasi militer Israel di Lebanon, di mana jet tempur mereka juga menghantam posisi kelompok Hizbullah di Beirut.
Pihak Iran sebelumnya telah melakukan pembalasan besar-besaran dengan meluncurkan rudal balistik dan drone yang menargetkan pangkalan militer serta kepentingan strategis AS dan Israel di kawasan Teluk.
Di wilayah Israel, sirene peringatan serangan udara dilaporkan terdengar di sebagian besar wilayah negara saat sistem pertahanan udara mencoba menghalau proyektil dari Iran.
Komando Front Dalam Negeri Israel belum melaporkan adanya korban jiwa dari pihak warga sipil dalam gelombang serangan terbaru ini, namun tingkat kewaspadaan nasional tetap berada pada titik tertinggi.
Situasi di Timur Tengah saat ini semakin tidak menentu dengan pola serangan balasan yang kian intensif dari kedua belah pihak.
Atribusi: Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi militer Israel dan laporan situasi lapangan di Teheran per 21 Maret 2026.





