Pentagon Klaim Militer Iran di Ambang Kolaps Akibat Desersi Massal

WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan peringatan keras bahwa konflik di Timur Tengah tengah memasuki fase kritis yang akan menentukan arah masa depan kawasan dalam beberapa hari ke depan.

Dalam sebuah pengarahan resmi pada Selasa waktu setempat, Hegseth menegaskan bahwa posisi militer Teheran berada di ambang keruntuhan menyusul laporan adanya desersi massal di dalam tubuh angkatan bersenjata Iran.

Read More

Pentagon mengklaim telah berhasil menetapkan parameter konflik hanya dalam waktu satu bulan, yang kini membuat Iran berada dalam posisi terjepit tanpa opsi militer yang memadai untuk membalas tekanan dari Washington dan sekutunya.

Mengutip laporan intelijen terbaru, Hegseth mengungkapkan bahwa kampanye militer yang sedang berlangsung telah menghancurkan moral pasukan Iran secara signifikan.

Kerusakan ini tidak hanya memicu pelarian personel dari medan tugas, tetapi juga menyebabkan krisis tenaga ahli kunci yang pada akhirnya memicu gelombang frustrasi hebat di kalangan petinggi militer Republik Islam tersebut. Kelemahan struktural ini, menurut pandangan Pentagon, telah membatasi ruang gerak Teheran secara drastis di tengah gempuran yang konsisten dan terukur.

Ketajaman operasional Amerika Serikat di wilayah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Hegseth yang melakukan kunjungan rahasia ke markas Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Sabtu lalu.

Meski enggan menyebutkan lokasi spesifik pangkalan militer yang dikunjungi demi alasan keamanan operasional dan perlindungan pasukan dari potensi serangan balasan, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan tempur personel Amerika.

Hegseth menyatakan kekagumannya atas profesionalisme pasukan di lapangan yang ia sebut sebagai representasi terbaik dari kekuatan militer Amerika Serikat saat ini.

Menanggapi kekhawatiran basis pendukung Presiden Donald Trump terkait potensi pengiriman pasukan darat atau “boots on the ground,” Hegseth memilih untuk tetap menjaga kerahasiaan strategi militer dengan tidak mengonfirmasi maupun membantah kemungkinan tersebut.

Ia menekankan prinsip bahwa memenangkan peperangan mengharuskan AS untuk tidak mengungkapkan rencana atau batasan opsional kepada musuh.

Namun, ia menegaskan bahwa jika perintah presiden turun, Departemen Pertahanan siap mengeksekusi opsi serangan darat, sembari tetap membuka pintu bagi jalur negosiasi yang saat ini diklaim mulai menunjukkan kemajuan nyata.

Di sisi diplomatik, Hegseth melaporkan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik sedang mendapatkan momentum yang kuat meskipun kampanye militer gabungan AS-Israel telah memasuki bulan kedua.

Di tengah dinamika tersebut, Washington juga memberikan peringatan kepada Beijing dan Moskow. Hegseth menegaskan bahwa intelijen Amerika Serikat memantau secara presisi setiap langkah bantuan yang diberikan oleh Rusia dan Tiongkok kepada Iran.

Ia memastikan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk memitigasi atau menghadapi keterlibatan pihak ketiga tersebut secara langsung tanpa perlu menyiarkan seluruh strategi penangkalannya ke publik.

Related posts