GAZA – Juru bicara militer Brigade Al-Qassam, Abu Obeida, memberikan pernyataan resmi yang memuji peran strategis Republik Islam Iran dalam konfrontasi bersenjata melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel.
Abu Obeida menegaskan bahwa Teheran saat ini mewakili garis pertahanan maju bagi seluruh bangsa Islam, seraya menekankan bahwa kekuatan dan respons langsung adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh musuh.
Menurut Abu Obeida, serangan rudal Iran merupakan respons alami terhadap pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza serta agresi terhadap kedaulatan Iran sendiri.
Ia menyatakan bahwa upaya untuk mematahkan kehendak rakyat tidak akan pernah berhasil dan perlawanan akan tetap teguh.
Ia juga menyerukan kepada masyarakat di kawasan Timur Tengah untuk memberikan dukungan lebih luas terhadap upaya perlawanan guna memberikan dampak kerugian yang besar bagi pihak agresor sebagai bentuk pencegahan di masa depan.
Pernyataan dukungan ini muncul di tengah laporan mengenai dampak mematikan dari serangan rudal Iran di wilayah selatan yang diduduki Israel.
Pada Sabtu malam (21/03/2026), sebuah rudal balistik Khorramshahr-4 dengan hulu ledak seberat setengah ton dilaporkan menghantam langsung area pemukiman di kota Arad.
Serangan tunggal ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak awal perang, mengakibatkan sedikitnya delapan orang tewas dan sekitar 100 lainnya luka-luka.
Media Israel menggambarkan insiden ini sebagai kegagalan fatal sistem pertahanan udara. Dampak ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sedikitnya 20 bangunan, bahkan beberapa platform berita melaporkan bahwa satu lingkungan pemukiman telah hancur total. Besarnya skala kehancuran memaksa otoritas setempat mengumumkan keadaan darurat di seluruh kota Arad.
Guna menangani jumlah korban yang sangat besar, sekitar 1.300 petugas penyelamat dan pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Unit penyelamat tentara Israel (IDF) juga dimobilisasi untuk membantu proses ekstraksi korban yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk.
Lembaga medis Magen David Adom mengeluarkan seruan darurat bagi warga sipil untuk segera mendatangi rumah sakit guna mendonorkan darah.
Hingga saat ini, pasukan militer masih aktif melakukan penyisiran di lokasi benturan rudal, sementara sistem medis di wilayah selatan berada dalam tekanan tinggi untuk menangani puluhan korban luka kritis yang terus berdatangan dari lokasi bencana di Arad.





