Strategi Multi-Fase Teheran, Iran Klaim Kontrol Udara dan Tetapkan Syarat Mutlak Pengakhiran Perang

TEHERAN – Seorang pejabat senior politik dan keamanan Iran mengungkapkan kepada Al Mayadeen bahwa Republik Islam kini tengah menjalankan rencana “multi-fase” yang telah dipersiapkan matang dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa strategi defensif ini dikembangkan melalui “kesabaran strategis yang tinggi” guna memitigasi dampak serangan lawan sekaligus meluncurkan serangan balasan yang sistematis.

Read More

Pihak Teheran mengeklaim telah berhasil menghancurkan infrastruktur radar serta sistem pertahanan udara milik Amerika dan Israel di berbagai titik strategis kawasan.

Berdasarkan keterangan tersebut, Iran kini telah menetapkan “kontrol penuh” atas wilayah udara entitas Israel. Seiring dengan meningkatnya keunggulan militer di lapangan, Iran menyatakan tidak meramalkan adanya gencatan senjata jangka pendek dan berkomitmen untuk memberikan “pelajaran bersejarah” bagi kepemimpinan Presiden Donald Trump atas tindakan agresinya sejak akhir Februari lalu.

Enam Syarat Mutlak Penghentian Perang

Meskipun beberapa mediator regional telah menyampaikan proposal perdamaian, Iran menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir jika kerangka hukum dan strategis baru yang mereka ajukan dipenuhi secara serius. Enam kondisi utama yang ditetapkan oleh Teheran meliputi:

  • Jaminan Keamanan: Kepastian internasional untuk mencegah terulangnya agresi militer di masa depan.

  • Penutupan Pangkalan: Pembubaran seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.

  • Reparasi Perang: Pembayaran kompensasi finansial kepada Republik Islam Iran atas kerusakan yang ditimbulkan.

  • Gencatan Senjata Total: Pengakhiran perang secara serentak di seluruh lini regional.

  • Status Selat Hormuz: Pembentukan kerangka hukum baru yang mengatur navigasi di Selat Hormuz.

  • Ekstradisi Tokoh Media: Penuntutan dan penyerahan tokoh-tokoh media yang dianggap melakukan aktivitas permusuhan terhadap Iran.

Dominasi Rudal dan Operasi Berdampak Tinggi

Dalam perkembangan terkait, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengumumkan pada Sabtu malam (21/03/2026) bahwa Iran kini menegaskan dominasi rudal total di langit wilayah pendudukan.

Ia memperingatkan bahwa taktik baru dan sistem peluncuran canggih telah disiapkan untuk gelombang serangan mendatang guna meruntuhkan moral kepemimpinan militer lawan.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menambahkan bahwa fase terbaru dari operasi ini melibatkan pengerahan sistem persenjataan yang jauh lebih maju.

Militer Iran menekankan bahwa medan perang kini akan menjadi semakin terbatas dan menantang bagi pasukan musuh, seiring dengan peningkatan tekanan yang dirancang untuk melumpuhkan kapasitas tempur lawan di wilayah Selatan secara permanen.

Related posts