Korban Cedera di Israel Lampaui 4.400 Jiwa Akibat Eskalasi Perang

TEL AVIV – Kementerian Kesehatan Israel merilis data terbaru yang menunjukkan lonjakan jumlah korban cedera di tengah berkecamuknya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Sejak Sabtu pekan lalu, tercatat sebanyak 4.462 orang telah dilarikan ke rumah sakit, dengan 202 korban baru yang terdaftar hanya dalam kurun waktu dua puluh empat jam terakhir. Angka ini menegaskan tekanan luar biasa yang dialami oleh sistem medis nasional akibat rentetan serangan udara yang terus berlanjut.

Read More

Secara kumulatif, total warga yang mendapatkan perawatan di rumah sakit Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai angka 78.544 orang.

Tren peningkatan korban ini berkaitan erat dengan gelombang serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai respons atas agresi militer di wilayah Iran yang dimulai pada akhir Februari lalu.

Operasi “Janji Sejati 4” kini telah memasuki gelombang ke-67 yang menargetkan pusat pertahanan satelit, sistem radar, dan instalasi udara di wilayah tengah, selatan, serta utara Israel.

Pihak Bazan Group, pengelola kilang minyak di Haifa, secara resmi mengakui bahwa serangan rudal Iran telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur listrik dan sistem operasional eksternal.

Ledakan di Teluk Haifa memicu kebakaran besar yang tidak hanya mengganggu jaringan transmisi energi, tetapi juga menghanguskan sejumlah kendaraan serta merusak jaringan pipa di dalam kompleks tersebut.

Dampak dari serangan ini langsung terasa di sektor ekonomi, di mana saham Bazan Group dilaporkan merosot tajam lebih dari sepuluh persen di Bursa Efek Tel Aviv segera setelah berita kerusakan tersebut menyebar.

Tim teknis memperkirakan proses perbaikan akan memakan waktu beberapa hari, sementara sejumlah fasilitas kilang akan tetap dalam status tidak beroperasi selama masa pemulihan infrastruktur listrik yang lumpuh.

Media lokal Israel melaporkan adanya dampak ledakan rudal di wilayah Rehovot, sebelah selatan Tel Aviv, yang menyebabkan beberapa pemukim terluka, termasuk satu orang yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Secara keseluruhan, terdapat delapan warga yang mengalami luka-luka di tiga lokasi benturan terpisah di wilayah tersebut.

Peringatan serangan udara terus diaktifkan di wilayah Isdud dan pinggiran selatan Tel Aviv menyusul kekhawatiran akan adanya infiltrasi drone lebih lanjut.

Sirene peringatan juga terdengar di Yir’on, wilayah Galilea barat, seiring dengan meningkatnya frekuensi serangan hibrida Iran yang menargetkan situs-situs strategis di wilayah pendudukan.

Meskipun sistem pertahanan udara terus berupaya melakukan intersepsi, penetrasi rudal Iran ke pusat-pusat industri dan pemukiman menunjukkan eskalasi yang kian sulit dikendalikan dan berdampak langsung pada stabilitas keamanan serta ekonomi domestik Israel.

Related posts