TEHERAN – Otoritas militer Iran mengeluarkan peringatan keras terkait keamanan infrastruktur maritim di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.
Teheran menegaskan bahwa setiap upaya untuk mengancam atau menargetkan fasilitas pelabuhan milik Iran akan memicu balasan langsung yang menyasar seluruh jaringan dermaga di kawasan tersebut.
Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, menyatakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika aset maritimnya diganggu.
Melalui laporan yang dirilis kantor berita Fars, Shekarchi menegaskan bahwa jika pelabuhan dan dermaga Iran terancam, maka seluruh pelabuhan di wilayah regional secara otomatis akan dianggap sebagai target militer yang sah.
Pernyataan ini menunjukkan kesiapan Iran untuk memperluas cakupan balasan militer guna melindungi kepentingan infrastruktur vitalnya.
Posisi tegas ini diambil seiring dengan pengawasan ketat yang dilakukan Angkatan Bersenjata Iran terhadap dinamika keamanan di Teluk dan sekitarnya.
Shekarchi mengindikasikan bahwa perlindungan terhadap kepentingan maritim adalah prioritas nasional yang tidak dapat dikompromikan.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya pencegahan agar pihak lawan tidak menyasar jalur logistik dan ekonomi utama Iran yang sangat bergantung pada aktivitas pelabuhan.
Ketegangan ini bermula sejak akhir Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan kampanye militer skala besar yang berdampak pada fasilitas sipil di Iran, termasuk sekolah dan rumah sakit.
Sebagai bentuk perlawanan, Iran telah mengaktifkan Operasi “Janji Sejati 4” (True Promise 4) yang menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat dan posisi strategis lawan di kawasan regional sebagai bentuk pembelaan kedaulatan.
Dengan dikeluarkannya ancaman terhadap fasilitas pelabuhan ini, risiko gangguan pada jalur perdagangan energi dunia semakin meningkat.
Posisi Iran yang secara geografis menguasai jalur maritim utama memberikan tekanan besar bagi stabilitas ekonomi kawasan, mengingat ancaman ini dapat melumpuhkan aktivitas ekspor-impor di berbagai pelabuhan penting jika konfrontasi fisik benar-benar meluas ke sektor infrastruktur laut.





