Korban Jiwa Tembus 72 Ribu Jiwa di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza

GAZA – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza mencapai titik yang kian memilukan dengan jumlah korban tewas warga Palestina yang kini melonjak hingga tujuh puluh dua ribu dua ratus enam puluh tujuh jiwa sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak, sementara angka warga yang terluka tercatat telah melampaui seratus tujuh puluh satu ribu sembilan ratus orang.

Read More

Pihak berwenang memperingatkan bahwa data ini belum mencakup seluruh korban, mengingat masih banyak jenazah yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan dan tidak dapat dijangkau oleh tim penyelamat maupun armada ambulans akibat hancurnya akses infrastruktur.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah dinyatakan berlaku sejak 10 Oktober 2025, kekerasan sistematis dilaporkan masih terus membayangi wilayah kantong tersebut.

Sejak dimulainya periode gencatan senjata tersebut, tercatat adanya penambahan enam ratus sembilan puluh satu kematian serta lebih dari seribu delapan ratus orang yang mengalami luka-luka.

Upaya pencarian di balik puing-puing juga berhasil mengevakuasi setidaknya tujuh ratus lima puluh enam jenazah dalam periode yang sama, yang menunjukkan skala kehancuran masif yang masih menyisakan trauma mendalam bagi warga sipil yang bertahan hidup.

Situasi semakin mencekam pada Rabu (25/03/2026) saat sebuah serangan udara merobek kamp pengungsian Al-Sitt di daerah Deir Al-Balah.

Ledakan tersebut memicu bola api besar yang menghanguskan tenda-tenda darurat, menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya di tengah pemukiman warga yang mengungsi.

Saksi mata di lokasi kejadian, seperti Suhaila Khalil yang berusia lima puluh tujuh tahun, menggambarkan momen mengerikan saat asap hitam tebal membubung ke langit dan pecahan peluru menghujani para pengungsi yang tidak berdaya.

Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengonfirmasi kedatangan para korban luka dan jenazah dari lokasi serangan tersebut, yang menambah daftar panjang pelanggaran terhadap ruang kemanusiaan.

Ratusan ribu warga Gaza saat ini terpaksa menetap di kamp-kamp darurat yang rentan tanpa jaminan keamanan dasar sejak perang meletus lebih dari dua tahun lalu.

Serangan terhadap tenda pengungsian di Deir Al-Balah menjadi pengingat pahit bahwa status gencatan senjata belum sepenuhnya mampu melindungi warga sipil dari ancaman maut.

Di tengah keterbatasan bantuan medis dan logistik, masyarakat internasional terus didesak untuk memastikan perlindungan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal dan menghentikan siklus kekerasan yang terus menggerus sisa-sisa kehidupan di Jalur Gaza.

Related posts