Naim Qassem Sebut Perundingan Langsung dengan Israel sebagai “Dosa Besar”

BEIRUT – Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, secara tegas menolak rencana perundingan langsung antara pemerintah Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung di bawah mediasi Amerika Serikat. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, Qassem melabeli langkah diplomatik tersebut sebagai “dosa besar” yang justru akan menjerumuskan Lebanon ke dalam pusaran instabilitas yang lebih dalam, alih-alih memberikan solusi perdamaian.

Qassem memperingatkan para pemegang kekuasaan di Beirut bahwa tindakan mereka tidak akan memberikan keuntungan apa pun bagi negara maupun bagi posisi politik mereka sendiri. “Kami menolak keras negosiasi langsung dengan Israel. Mereka yang berkuasa harus tahu bahwa tindakan mereka tidak akan menguntungkan Lebanon,” tegas Qassem. Ia mendesak otoritas Lebanon untuk segera membatalkan rencana tersebut sebelum dampak negatifnya merusak kedaulatan negara secara permanen.

Read More

Lebih lanjut, Qassem menegaskan bahwa bagi Hizbullah, perundingan langsung tersebut beserta segala hasil yang mungkin dicapai dianggap tidak pernah ada. “Negosiasi langsung ini dan hasilnya seolah-olah tidak ada bagi kami, dan tidak menyangkut kami sedikit pun,” tambahnya. Ia menyatakan bahwa kelompoknya akan tetap melanjutkan “perlawanan defensif” demi melindungi rakyat Lebanon, terlepas dari tekanan diplomatik yang dilakukan oleh pihak Washington maupun Tel Aviv.

Pernyataan keras ini muncul saat delegasi Lebanon bersiap untuk bertolak ke Washington guna membahas perpanjangan gencatan senjata dan normalisasi hubungan di wilayah perbatasan. Namun, dengan penolakan total dari Hizbullah—yang memiliki pengaruh militer dan politik signifikan di Lebanon—efektivitas dari kesepakatan apa pun yang dihasilkan di meja perundingan kini dipertanyakan. Qassem menutup pernyataannya dengan pesan menantang: “Tidak peduli seberapa banyak musuh mengancam, kami tidak akan mundur, kami tidak akan tunduk, dan kami tidak akan dikalahkan.”

Related posts