Gelombang Protes Besar-besaran Kecam Serangan Militer AS-Israel ke Iran

Gelombang unjuk rasa besar-besaran melanda berbagai kota utama di Amerika Serikat menyusul aksi militer Washington dan Tel Aviv yang menargetkan wilayah Iran. Serangan tersebut dilaporkan telah memicu jatuhnya banyak korban jiwa di kota-kota Iran, yang kemudian memicu kemarahan publik internasional.

Di Seattle, ratusan orang turun ke jalan untuk mengutuk kekerasan terhadap warga sipil sekaligus menyuarakan kekhawatiran mendalam atas keterlibatan langsung pemerintah Amerika Serikat dalam konflik bersenjata tersebut.

Read More

Aksi massa yang tak kalah besar juga terjadi di Washington DC, New York, Chicago, hingga Los Angeles. Para demonstran secara tegas mengecam keterlibatan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Menariknya, banyak peserta aksi yang menekankan bahwa motivasi mereka bukanlah dukungan terhadap pemerintah Iran, melainkan bentuk penolakan prinsipil terhadap keterlibatan Washington dalam perang baru di luar negeri yang dianggap tidak berkesudahan.

Sentimen publik ini sejalan dengan hasil jajak pendapat dari Universitas Maryland yang menunjukkan bahwa hanya 21 persen warga Amerika yang mendukung opsi perang dengan Iran, sementara mayoritas besar menyatakan ketidaksetujuan. Di sisi politik, Presiden Donald Trump menghadapi kritik tajam dari para pendukungnya sendiri yang merasa dikhianati.

Serangan ini dinilai bertolak belakang dengan janji kampanye 2024 tentang kebijakan “Tanpa Perang Baru”. Selain itu, tindakan militer tersebut memicu perdebatan konstitusional karena dianggap melangkahi wewenang Kongres dalam menyatakan perang. Ketegangan politik pun meningkat setelah anggota Partai Republik di Kongres memblokir upaya Partai Demokrat untuk membatasi kekuasaan presiden dalam melancarkan operasi militer semacam itu.

Dinamika protes ini juga merambah ke kancah internasional. Di North Sydney, kelompok Solidaritas Demokratik Iran melakukan aksi spontan di depan Konsulat Amerika Serikat pada 6 Maret. Mereka menyerukan gencatan senjata segera dan mendesak masyarakat untuk menolak narasi para promotor perang.

Para demonstran di Sydney juga meminta pemerintah Australia untuk menarik dukungan mereka terhadap operasi militer gabungan tersebut. Seruan anti-perang ini terus bergema secara global dengan aksi serupa yang pecah di kota-kota besar lainnya, termasuk Berlin, Sana’a, Beirut, Baghdad, hingga Manchester.

Related posts