TEHERAN – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa upaya Amerika Serikat beserta sekutunya untuk meruntuhkan kedaulatan Iran telah menemui jalan buntu. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ia mengungkapkan bahwa target utama dari tekanan internasional yang dipimpin AS, Israel, dan aktor regional tertentu bukan sekadar perubahan politik kecil, melainkan penghancuran total dan pembagian wilayah Iran.
Larijani menyoroti pernyataan publik dari Donald Trump dan pihak Zionis yang menurutnya secara eksplisit menunjukkan keinginan mereka untuk melihat Iran terpecah belah. Ia menilai Washington telah melakukan kesalahan fatal dalam memahami dinamika di Asia Barat, khususnya terkait karakter masyarakat Iran. Menurutnya, AS secara keliru menyamakan situasi di Iran dengan negara lain seperti Venezuela, padahal Iran memiliki fondasi sejarah dan budaya yang jauh lebih kuat.
Meskipun terdapat berbagai perbedaan pendapat di internal masyarakat, Larijani meyakini bahwa persatuan nasional tetap menjadi benteng utama. Rakyat Iran dipandang memiliki kesadaran tinggi untuk tidak bekerja sama dengan pihak asing demi memecah belah negara sendiri, berkaca dari dampak negatif intervensi AS di Irak dan Afghanistan yang justru merugikan penduduk setempat.
Terkait hubungan regional, pejabat keamanan tinggi ini memberikan peringatan tegas kepada negara-negara tetangga. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan menoleransi penggunaan pangkalan militer di wilayah sekitar untuk melancarkan serangan terhadap mereka. Iran mengklaim hak sah untuk membalas secara langsung jika ada negara yang memberikan fasilitas kepada AS untuk operasi anti-Iran, sambil menegaskan bahwa kebijakan pertahanan ini bersifat non-negosiasibel demi menjaga integritas wilayah.





