Abu Obeida Puji Aksi Heroik Hizbullah Lawan Israel

GAZA – Juru bicara militer Brigade Izz ad-Din al-Qassam, Abu Obeida, secara resmi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap operasi tempur yang dilancarkan oleh perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, terhadap pasukan Israel.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh media yang berafiliasi dengan Hamas, Abu Obeida menyebut aksi tersebut sebagai respons tegas dan heroik dalam menghadapi agresi militer yang terus meluas di kawasan Lebanon dan wilayah regional lainnya.

Read More

Abu Obeida menekankan bahwa serangan yang menargetkan posisi strategis jauh di dalam wilayah pendudukan Israel merupakan bentuk pelaksanaan hak sah Lebanon dalam membela kedaulatan nasional mereka. Ia menegaskan dukungan penuh faksi perlawanan Palestina terhadap para pejuang di Lebanon yang hingga kini terus memberikan perlawanan sengit dan menimbulkan kerugian besar di pihak militer Israel.

Menurutnya, tindakan ini adalah konsekuensi logis dari agresi yang tidak pernah berhenti sedetik pun terhadap tanah air mereka.

Dalam pesan tersebut, juru bicara ikonik ini juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam bagi para warga yang menjadi korban perang di Lebanon serta mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka.

Secara khusus, Abu Obeida memberikan penghormatan tinggi kepada mendiang pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah. Ia mengenang Nasrallah sebagai sosok yang mengambil keputusan moral pemberani dengan berdiri di sisi rakyat Gaza hingga mengorbankan nyawanya di jalan menuju al-Quds.

Selain menyinggung situasi di medan perang, Abu Obeida menyerukan persatuan bagi seluruh rakyat di dunia Arab dan Islam. Ia memperingatkan adanya rencana terstruktur dari pihak Israel untuk memperluas cakupan perang ke berbagai negara Arab dan Muslim lainnya. Oleh karena itu, ia mendesak bangsa-bangsa di kawasan untuk merapatkan barisan guna membendung rencana ekspansi militer yang sedang dipersiapkan oleh lawan.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi besar-besaran yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Sejak saat itu, garis depan Lebanon kembali memanas dan terintegrasi dalam konfrontasi regional yang lebih luas. Kelompok-kelompok perlawanan di kawasan tersebut kini menyatakan bahwa operasi mereka adalah bagian dari upaya terpadu untuk menghadapi agresi dan memberikan dukungan nyata bagi perjuangan rakyat di Jalur Gaza.

Related posts