Iran Akan Terus Berperang Sampai Musuh Menyesali Agresi Mereka

TEHERAN – Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan menghentikan operasi militernya hingga Amerika Serikat dan Israel menyesali agresi yang mereka lancarkan.

Dalam pernyataan resminya pada hari Minggu, Abdollahi menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran memiliki kesiapan penuh untuk melanjutkan konfrontasi bersenjata guna membalaskan gugurnya para martir, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Read More

Jenderal Abdollahi memperingatkan bahwa selama ini pihak lawan telah melakukan kesalahan fatal dalam mengkalkulasi kekuatan militer Iran. Ia menekankan bahwa Teheran kini memiliki persenjataan generasi terbaru dengan tingkat presisi dan daya hancur yang melampaui segala bentuk penilaian intelijen musuh.

Menurutnya, medan pertempuran saat ini menjadi bukti nyata bahwa Iran bukanlah bangsa yang hanya mengandalkan retorika, melainkan kekuatan yang mampu memberikan pukulan telak secara langsung di lapangan.

Lebih lanjut, Abdollahi mengecam tindakan militer koalisi AS-Israel yang disebutnya sengaja menyasar warga sipil, termasuk mahasiswa dan pemukiman penduduk. Sebagai bentuk respons setimpal, Iran telah menetapkan koordinat target yang mencakup pusat-pusat komando militer, konsentrasi peralatan perang, serta seluruh infrastruktur strategis yang diperlukan untuk melumpuhkan kekuatan penyerang.

Ia menegaskan bahwa setiap langkah agresi terhadap kedaulatan rakyat Iran akan dibayar dengan serangan yang jauh lebih menghancurkan.

Eskalasi besar-besaran ini bermula pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan gelombang serangan udara skala penuh yang melanggar hukum internasional. Sejak saat itu, Iran segera mengaktifkan mekanisme pertahanan dan serangan balasan melalui ratusan rudal dan drone yang diklaim berhasil menghantam target-target sensitif di wilayah pendudukan Israel serta aset militer AS yang tersebar di negara-negara regional.

Di penutup pernyataannya, Jenderal Abdollahi meyakinkan bahwa kemenangan akhir akan berada di tangan bangsa Iran. Ia menyatakan bahwa seluruh jajaran Angkatan Bersenjata Iran telah bersumpah untuk berdiri teguh hingga titik darah penghabisan demi menjaga stabilitas negara dan mematahkan dominasi asing di kawasan Timur Tengah.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, militer Iran kini fokus pada upaya pembalasan strategis yang bertujuan untuk memaksa musuh menghentikan campur tangan mereka secara permanen.

Related posts