Protes Agresi terhadap Iran, Spanyol Tarik Duta Besarnya dari Israel

MADRID – Hubungan diplomatik antara Spanyol dan Israel mencapai titik terendah setelah pemerintah Madrid memutuskan untuk menarik duta besarnya secara permanen.

Langkah drastis yang diumumkan pada Rabu ini merupakan bentuk protes keras Spanyol terhadap agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran, sekaligus mempertegas posisi Madrid dalam konflik yang kian meluas di Timur Tengah.

Keputusan untuk mengakhiri tugas Duta Besar Ana Salomón Pérez di Tel Aviv menandai puncak dari ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat memanas setelah munculnya tuduhan korupsi dan antisemitisme yang dilayangkan otoritas Israel terhadap pemerintah Spanyol.

Tuduhan tersebut muncul menyusul kebijakan tegas Madrid yang melarang wilayah udara dan pelabuhannya digunakan sebagai jalur transit bagi pesawat maupun kapal yang mengangkut persenjataan menuju Israel.

Kementerian Luar Negeri Spanyol mengonfirmasi bahwa operasional kedutaan besar di Tel Aviv kini hanya akan dikelola oleh seorang kuasa usaha (chargé d’affaires).

Penurunan level representasi diplomatik ini menunjukkan bahwa Madrid tidak melihat adanya peluang normalisasi hubungan selama kebijakan agresi militer masih dikedepankan oleh pihak Israel dan sekutunya.

Selain faktor agresi di Iran, keputusan ini juga dipicu oleh perbedaan pandangan yang tajam antara Madrid dan Washington. Dalam satu pekan terakhir, terjadi perselisihan publik mengenai keterlibatan militer di Iran, di mana Spanyol secara konsisten menyuarakan penolakan terhadap eskalasi yang membahayakan stabilitas global.

Posisi ini selaras dengan kebijakan luar negeri Spanyol sejak pecahnya krisis di Jalur Gaza, yang secara konsisten mengkritik tindakan militer Israel di kawasan tersebut.

Penarikan permanen duta besar ini mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa anggota Uni Eropa mulai mengambil jarak dari kebijakan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.

Langkah Madrid ini diprediksi akan memberikan tekanan diplomatik tambahan bagi Washington dan Tel Aviv di tengah upaya mereka mengonsolidasi dukungan internasional atas kampanye militer terhadap Iran.

Related posts