Lautan Pelayat di Teheran, Penghormatan Terakhir untuk Ali Larijani dan Para Martir Bangsa

TEHERAN – Ibu kota Iran, Teheran, menjadi saksi bisu berkumpulnya lautan manusia dalam prosesi pemakaman kenegaraan yang emosional pada Rabu, 18 Maret 2026.

Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat bersama para pejabat tinggi negara hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Dr. Ali Larijani, Komandan Basij Mayor Jenderal Gholam Reza Soleimani, serta puluhan prajurit Angkatan Laut yang gugur dalam rangkaian agresi militer baru-baru ini.

Read More

Dr. Ali Larijani, salah satu arsitek utama kebijakan keamanan Iran, dinyatakan gugur bersama putranya dalam serangan udara jet tempur Israel yang menyasar wilayah Teheran pada 17 Maret.

Di lokasi yang berbeda, Mayor Jenderal Gholam Reza Soleimani, sosok kunci dalam kekuatan paramiliter Basij, juga menjadi martir dalam serangan udara serupa.

Kehilangan dua tokoh strategis ini dipandang sebagai pukulan besar bagi struktur pertahanan nasional, namun justru memicu gelombang solidaritas rakyat yang semakin kuat di tengah situasi perang.

Selain prosesi untuk para pemimpin tinggi, upacara tersebut juga menyertakan pemakaman bagi puluhan pelaut Angkatan Laut Iran dari kapal perusak IRIS Dena.

Para prajurit tersebut gugur setelah kapal mereka dihantam torpedo oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di lepas pantai Sri Lanka pada awal Maret saat sedang menjalani misi pelatihan.

Kehadiran peti-peti jenazah para pelaut ini menambah suasana duka sekaligus kemarahan publik terhadap keterlibatan militer asing yang dinilai melanggar hukum internasional di perairan jauh.

Rangkaian peristiwa tragis ini merupakan buntut dari kampanye militer skala besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.

Agresi yang dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, telah berkembang menjadi serangan udara masif yang melumpuhkan berbagai infrastruktur sipil dan militer di seluruh penjuru negeri, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.

Sebagai tanggapan atas gugurnya para pemimpin dan warga sipil tersebut, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran terus mengaktifkan operasi pembalasan yang terkoordinasi.

Menggunakan gelombang rudal balistik presisi dan armada drone canggih, Teheran menargetkan posisi-posisi strategis Amerika Serikat dan Israel, baik di wilayah pendudukan maupun di berbagai pangkalan militer regional.

Upacara pemakaman ini menjadi simbol keteguhan hati bangsa Iran untuk terus melakukan perlawanan hingga kedaulatan negara benar-benar pulih dari agresi asing.

Related posts