Gempuran 30 Bom di Teheran: Israel dan AS Klaim Kematian Ayatollah Ali Khamenei

TEHERAN – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah aliansi Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara masif ke jantung pertahanan Iran pada Sabtu (28/2). Fokus utama dari operasi ini adalah kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan dihujani sedikitnya 30 bom.

Klaim Kematian Petinggi Rezim Melansir laporan Channel 12 Israel, serangan terkoordinasi tersebut menyasar area kediaman Khamenei. Meskipun pemimpin tertinggi tersebut diketahui berada di ruang bawah tanah saat kejadian, bunker tersebut dilaporkan bukan merupakan tipe pertahanan yang mustahil ditembus oleh teknologi persenjataan AS.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinan mereka bahwa Ali Khamenei telah tewas dalam operasi tersebut.

“Ali Khamenei telah tiada. Ini merupakan momentum terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil alih kembali kedaulatan negara mereka,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Reuters.

Dampak Serangan dan Korban Jiwa Citra satelit menunjukkan kehancuran total di sekitar kompleks kediaman tersebut. Selain Khamenei, spekulasi mengenai tewasnya sang putra, Mojtaba Khamenei, juga mencuat melalui laporan media pemerintah Israel, Kan.

Secara keseluruhan, agresi militer ini memakan korban jiwa yang sangat besar. Data sementara mencatat:

  • 201 orang tewas, termasuk pejabat tinggi militer.

  • Lebih dari 700 orang luka-luka.

  • Dua tokoh militer penting yang terkonfirmasi gugur adalah Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, serta Komandan Angkatan Darat IRGC, Mohammed Pakpour.

Target Operasi Lanjutan Pihak Tel Aviv dan Washington menegaskan bahwa agresi ini belum berakhir. Mereka secara terbuka menyatakan akan terus menggempur Iran dengan target yang lebih spesifik, yakni melumpuhkan 30 pemimpin kunci dan jajaran petinggi militer negara tersebut. Dunia internasional kini menanti respons resmi dari Teheran di tengah ketidakpastian kondisi kepemimpinan nasional mereka.

Related posts