IMO Imbau Industri Pelayaran Waspadai Eskalasi di Selat Hormuz

MOSKOW – Menanggapi situasi keamanan yang kian memanas di Timur Tengah, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengeluarkan peringatan keras bagi armada kapal komersial yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menyarankan agar para pelaku industri pelayaran mencari jalur alternatif guna menghindari wilayah tersebut hingga stabilitas keamanan kembali pulih.

Dalam pernyataannya pada Minggu (1/3), Dominguez menekankan pentingnya mengedepankan keselamatan nyawa para pelaut di atas kepentingan logistik. Ia juga mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk tetap mematuhi hukum internasional terkait kebebasan navigasi di perairan global.

Langkah antisipasi ini diambil menyusul serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah titik strategis di Iran pada Sabtu (28/2). Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil dan kerusakan infrastruktur di Teheran. Situasi semakin kritis setelah media resmi Iran mengonfirmasi kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai bentuk perlawanan, pihak Iran telah melakukan serangan balasan menggunakan proyektil rudal yang ditujukan ke markas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah serta beberapa wilayah di Israel. Iran mengeklaim aksi tersebut merupakan hak sah mereka untuk membela kedaulatan negara.

Ketegangan di jalur perdagangan laut paling vital di dunia ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas pasokan energi global jika eskalasi terus berlanjut tanpa adanya deeskalasi dari pihak-pihak terkait.

Related posts