Kim Jong-un Kutuk “Terorisme” AS: Korea Utara Tegaskan Status Nuklir Permanen di Tengah Perang Iran

PYONGYANG – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menyampaikan pernyataan keras yang menuduh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump telah melakukan praktik “terorisme” dan agresi di berbagai belahan dunia.

Dalam sebuah pidato yang sarat dengan peringatan nuklir, Kim menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerahkan persenjataan nuklirnya, terutama setelah mengamati eskalasi perang yang diluncurkan Trump terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Read More

Ia menyatakan bahwa kenyataan pahit di panggung geopolitik saat ini telah membuktikan legitimasi pilihan strategis Korea Utara untuk menolak “janji manis” musuh dan lebih memilih untuk mengamankan kemampuan nuklir mereka secara permanen sebagai jaminan kedaulatan.

Pernyataan ini seolah merujuk pada kegagalan diplomasi dengan Donald Trump pada tahun 2019, yang menurut Kim justru menjadi titik balik bagi Pyongyang untuk meningkatkan produksi rudal secara masif.

Kim Jong-un menekankan bahwa status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir kini telah menjadi jalan yang tidak dapat diubah.

Ia berkomitmen untuk terus mengonsolidasikan kekuatan tersebut sambil secara agresif meningkatkan perlawanan terhadap apa yang ia sebut sebagai kekuatan musuh yang terus mengguncang fondasi keamanan regional dengan membawa aset strategis nuklir ke wilayah di sekitar semenanjung Korea.

Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan detail operasional militer di Iran, Kim menggunakan situasi tersebut untuk menyerang arogansi Amerika Serikat yang ia nilai kerap memaksakan dominasi dan penaklukan.

Ia berpendapat bahwa tindakan sembrono Washington di seluruh dunia tidak akan mampu melemahkan keinginan manusia progresif untuk mencapai kemerdekaan dan kesetaraan.

Bagi Kim, penguatan persenjataan nuklir bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan mutlak untuk menghadapi ancaman terorisme negara yang menurutnya sedang dipraktikkan oleh pemerintahan Trump di Asia Barat dan wilayah strategis lainnya.

Related posts