TEHERAN – Eskalasi konflik di kawasan Teluk memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan rencana untuk menargetkan lokasi peluncuran rudal musuh yang berada di wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Pernyataan resmi yang dirilis pada hari Sabtu (14/03/2026) ini menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk membalas setiap serangan yang diluncurkan dari wilayah negara tetangga.
Juru bicara militer Iran mengungkapkan bahwa pasukan Amerika Serikat terdeteksi menggunakan pelabuhan, dermaga, serta tempat persembunyian di dalam kota-kota di UEA sebagai basis untuk melancarkan serangan terhadap kedaulatan Iran. Laporan militer menyebutkan bahwa pulau Abu Musa dan sebagian Pulau Khark telah menjadi sasaran rudal AS yang diluncurkan dari tempat berlindung di UEA, menyusul hancurnya sejumlah pangkalan militer utama Amerika Serikat di wilayah regional lainnya.
Menanggapi situasi tersebut, Teheran mengirimkan pesan tegas kepada kepemimpinan UEA bahwa Republik Islam Iran memiliki hak sah untuk mempertahankan wilayah nasionalnya. Iran memperingatkan akan menyerang setiap titik peluncuran rudal, pelabuhan pelayaran, serta fasilitas maritim yang digunakan oleh personel militer Amerika Serikat sebagai tempat persembunyian. Langkah ini diambil guna menetralisir ancaman langsung yang berasal dari daratan Emirat.
Demi menghindari jatuhnya korban sipil, juru bicara tersebut juga mengimbau warga Muslim dan penduduk di pusat pemukiman UEA untuk segera mengevakuasi area di sekitar pelabuhan, dermaga, dan fasilitas yang digunakan oleh pasukan Amerika. Peringatan evakuasi ini menandakan bahwa Iran menganggap lokasi-lokasi tersebut sebagai target militer yang sah dalam waktu dekat, jika aktivitas serangan dari wilayah tersebut terus berlanjut.
Ketegangan ini merupakan buntut dari kampanye militer skala besar yang dimulai sejak akhir Februari lalu, menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam dan sejumlah petinggi militer Iran. Sejak saat itu, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan berbagai gelombang operasi pembalasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan posisi Amerika dan Israel di seluruh pangkalan regional. Ancaman terbaru terhadap fasilitas di UEA ini semakin mempertegas risiko meluasnya medan perang ke negara-negara teluk yang menampung kehadiran militer asing.





