ANKARA – Pemerintah Turki melalui Direktorat Komunikasi Kepresidenan secara resmi membantah rumor yang menyebutkan bahwa Ankara memberikan dukungan atas serangan militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu lalu.
Pusat Penanggulangan Disinformasi Turki menyatakan bahwa spekulasi yang beredar di media sosial tersebut sama sekali tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa kabar tersebut adalah bentuk disinformasi yang sengaja disebarkan untuk mengecoh opini publik.
Dalam pernyataan resminya, pihak berwenang menekankan bahwa salah satu prinsip utama kebijakan luar negeri dan keamanan Turki adalah menjaga netralitas. “Dalam konflik atau peperangan apa pun di mana kami bukan menjadi pihak yang terlibat, Republik Turki tidak akan mengizinkan elemen udara, darat, maupun laut, termasuk ruang angkasa kami, digunakan untuk kepentingan operasional pihak-pihak yang bertikai,” tulis pernyataan tersebut.
Meskipun belum mengeluarkan kecaman formal atas eskalasi tersebut, Turki sebenarnya telah berulang kali memberikan peringatan keras sebelum serangan terjadi. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, sebelumnya sempat mendesak Washington agar tidak tunduk pada tekanan Israel, dengan argumen bahwa serangan terhadap Iran hanya akan memperburuk situasi di kawasan yang sudah sangat rapuh.
Senada dengan itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan juga telah memperingatkan bahwa konflik baru yang melibatkan Iran berpotensi memicu gelombang kehancuran di Asia Barat. Sebagai langkah diplomatik, Erdogan bahkan menawarkan peran Turki sebagai mediator untuk menengahi ketegangan antara Amerika Serikat dan Teheran guna mencegah perang yang lebih luas.





