TEHERAN – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memakan korban sipil dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah warga yang meninggal dunia akibat serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel ke sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Iran bagian selatan, kini telah menyentuh angka 148 orang.
Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dari laporan awal yang dikeluarkan oleh media pemerintah Iran, yang sebelumnya menyebutkan setidaknya 118 siswi menjadi korban tewas. Selain korban jiwa, puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempuran yang menghancurkan fasilitas pendidikan tersebut.
Pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah memberikan tanggapan terkait peristiwa ini. Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam atas laporan mengenai adanya korban dari kalangan warga sipil dalam operasi militer tersebut. “Kami menyadari adanya informasi terkait jatuhnya korban sipil dan kami menanggapi hal ini dengan sangat serius,” ujar Hawkins.
Sementara itu, kondisi di wilayah terdampak masih sangat mencekam. Pemerintah Iran mengutuk keras serangan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang nyata. Sebagai bentuk protes dan masa berkabung, otoritas setempat sempat mengumumkan penutupan universitas di seluruh negeri.
Di sisi lain, ketegangan kian memuncak setelah muncul laporan mengenai serangan balasan yang diluncurkan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) ke beberapa titik. Suara ledakan kabarnya terdengar di sejumlah lokasi tak lama setelah pengumuman langkah pembalasan tersebut dikeluarkan.





