Arab Saudi – Raksasa minyak dunia, Saudi Aramco, terpaksa menghentikan operasional di kilang Ras Tanura pada hari Senin (2/3) menyusul serangan pesawat nirawak (drone).
Langkah penutupan ini diambil sebagai tindakan pencegahan demi keamanan fasilitas setelah dua drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi di lokasi tersebut.
Dampak dari insiden ini langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan melesat hingga 10 persen akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka panjang di kawasan Teluk.
Situasi semakin genting karena jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz juga dilaporkan mengalami hambatan setelah adanya serangan terhadap beberapa kapal tanker.
Analis memperingatkan bahwa penargetan infrastruktur energi ini menandai eskalasi serius yang dapat menarik negara-negara Teluk lebih dalam ke dalam konflik regional yang sedang berlangsung.





