Drone Angkatan Darat Iran Sasar Unit Intelijen Elit Israel

TEHERAN – Angkatan Darat Republik Islam Iran mengonfirmasi peluncuran operasi drone strategis yang secara khusus membidik pusat saraf intelijen militer Israel.

Operasi yang dilaksanakan pada Sabtu dini hari (14/03/2026) ini menargetkan Unit 8200, sebuah unit elit yang bertanggung jawab atas operasi siber, pengumpulan intelijen sinyal, dan pemrosesan data sensitif tentara Israel.

Read More

Menurut pernyataan resmi otoritas militer Iran, serangan pesawat tak berawak tersebut menyasar beberapa titik vital di wilayah pendudukan, termasuk Direktorat Intelijen Militer (Aman).

Selain pusat pemrosesan data dan unit operasi siber, serangan ini juga diarahkan ke lokasi-lokasi strategis yang menjadi tempat pengumpulan jet tempur Israel. Langkah ini diambil untuk melemahkan kemampuan koordinasi udara dan pengawasan digital lawan di tengah eskalasi yang terus memuncak.

Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk pembalasan atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, para komandan senior, serta warga sipil dalam serangan udara masif yang dimulai pada akhir Februari lalu.

Pihak militer menyatakan komitmennya untuk terus menggunakan seluruh kemampuan teknologi nirawak mereka guna memastikan adanya konsekuensi serius atas agresi yang menyasar kedaulatan dan infrastruktur nasional Iran.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa perang kini telah merambah jauh ke ranah perang asimetris dan siber. Dengan menargetkan Unit 8200, Iran berupaya membutakan kemampuan deteksi dini dan analisis data lawan, yang selama ini menjadi tulang punggung operasi militer Israel di kawasan.

Teheran memperingatkan bahwa gelombang serangan drone akan tetap berlanjut selama ancaman terhadap keamanan nasional mereka masih ada.

Konfrontasi berskala besar ini dipicu oleh kampanye militer Amerika Serikat dan Israel yang melumpuhkan berbagai lokasi sipil dan militer di seluruh Iran sejak 28 Februari 2026. Sebagai respons sistematis,

Angkatan Bersenjata Iran telah mengaktifkan berbagai gelombang operasi pembalasan, mengombinasikan rudal balistik dan drone presisi untuk menghantam pangkalan-pangkalan regional serta posisi strategis lawan di wilayah pendudukan guna memulihkan keseimbangan kekuatan.

Related posts