Arab Saudi dan Sekutu regional Siaga Tinggi Hadapi Hujan Rudal Iran

RIYADH – Situasi keamanan di Semenanjung Arab memanas drastis setelah Iran meluncurkan tiga rudal balistik ke arah ibu kota Riyadh pada Minggu pagi (22/03/2026).

Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengonfirmasi bahwa salah satu rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara dua proyektil lainnya jatuh di area yang tidak berpenghuni tanpa menimbulkan korban jiwa.

Read More

Di saat yang bersamaan, sembilan unit pesawat tak berawak atau drone yang diarahkan menuju Provinsi Timur—wilayah vital bagi ladang minyak dan kilang utama Kerajaan berhasil dilumpuhkan sepenuhnya.

Intensitas serangan udara ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam perang regional yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pada hari Sabtu saja, pertahanan udara Saudi melaporkan telah menjatuhkan enam puluh dua drone yang terkonsentrasi di wilayah industri energi di Provinsi Timur.

Berdasarkan data terbaru, total serangan terhadap Arab Saudi sejak akhir Februari telah mencapai hampir enam ratus unit drone, empat puluh lima rudal balistik, serta tujuh rudal jelajah.

Rentetan serangan harian ini memaksa militer Saudi untuk mempertahankan status siaga tertinggi guna melindungi infrastruktur ekonomi dunia dari kerusakan fatal.

Menanggapi agresi yang kian berani, pemerintah Arab Saudi mengambil langkah diplomatik yang sangat dramatis dengan mengusir sejumlah pejabat militer Iran.

Atase militer kedutaan Iran, asisten atase, serta tiga anggota staf tambahan resmi dinyatakan sebagai persona non grata dan diperintahkan untuk meninggalkan Kerajaan dalam waktu dua puluh empat jam.

Riyadh mengecam keras tindakan Teheran yang dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, Perjanjian Beijing, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 Tahun 2026.

Pemerintah Saudi memperingatkan bahwa eskalasi militer ini akan membawa dampak yang sangat serius dan permanen terhadap hubungan bilateral kedua negara di masa depan.

Kondisi serupa juga dilaporkan oleh negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang turut menjadi target serangan udara Iran pada Minggu pagi.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan mereka sedang aktif merespons ancaman rudal dan drone yang masuk, di mana dentuman keras yang terdengar di wilayah pemukiman merupakan hasil dari proses intersepsi di udara. Sementara itu,

Kuwait juga melaporkan telah mendeteksi dan mencegat sembilan rudal balistik serta empat drone dalam kurun waktu dua puluh empat jam terakhir.

Koordinasi pertahanan udara terpadu di kawasan Teluk kini menjadi tumpuan utama dalam membendung gelombang proyektil yang terus berdatangan seiring meluasnya konflik di Timur Tengah.

Related posts