HIzbUllah Menargetkan Permukiman Ilegal dan Pangkalan Militer Israel

LIBANON – kelompok perlawanan Hizbullah melancarkan rangkaian operasi militer besar-besaran sejak Jumat dini hari. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk balasan atas serangan udara dan darat Israel yang menyasar puluhan kota di Lebanon, termasuk wilayah pinggiran selatan Beirut.

Operasi yang melibatkan penggunaan drone bunuh diri, rudal berpemandu, dan salvo roket ini menyasar titik-titik strategis militer serta konsentrasi pasukan di wilayah utara yang diduduki hingga Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel.

Read More

Sepanjang hari, berbagai fasilitas penting menjadi target utama. Di antaranya adalah Pangkalan Angkatan Laut Haifa, Barak Yoav, serta Pangkalan Amiad dan Katsavia yang terletak di posisi strategis. Selain pangkalan permanen, Hizbullah juga membidik titik-titik militer baru yang didirikan tentara Israel di sekitar area Markaba dan Hamames.

Serangan ini tidak hanya terbatas pada aset militer, tetapi juga meluas ke beberapa permukiman ilegal seperti Sa’sa, al-Malkiya, Ramot Naftali, dan Shomera, yang sebelumnya telah diperingatkan oleh kelompok perlawanan untuk dikosongkan.

Di medan tempur darat, unit infanteri Hizbullah terlibat bentrokan langsung dengan pasukan pendudukan yang mencoba merangsek masuk ke wilayah Lebanon selatan. Salah satu insiden krusial terjadi di dekat lingkungan selatan Khiam, di mana kendaraan militer Israel terpaksa mundur setelah terkena serangan langsung di Wadi al-Asafir.

Selain itu, sebuah rudal berpemandu dilaporkan berhasil menghantam posisi yang diperkuat di lokasi Blat, menambah daftar kerugian material dan personel di pihak militer Israel.

Pihak militer Israel mengonfirmasi adanya delapan tentara yang mengalami luka-luka akibat pertempuran sengit tersebut, dengan lima di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Di tengah situasi yang kian memanas, media militer Hizbullah kembali mengeluarkan peringatan keras kepada warga di permukiman ilegal yang berada dalam radius lima kilometer dari perbatasan untuk segera melakukan evakuasi.

Pihak perlawanan menegaskan bahwa setiap pelanggaran kedaulatan Lebanon dan serangan terhadap warga sipil akan terus mendapatkan pembalasan setimpal sebagai bagian dari komitmen mereka untuk mempertahankan wilayah tersebut.

Related posts