IRGC Luncurkan Gelombang ke-23, mengerahkan rudal generasi baru dalam Operasi True Promise 4

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan peluncuran gelombang ke-23 dari rangkaian Operasi True Promise 4 yang menargetkan berbagai titik strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat malam, Kantor Humas IRGC mengungkapkan bahwa fase terbaru ini dilakukan melalui serangan terpadu yang mengombinasikan penggunaan pesawat nirawak dan sistem rudal canggih. Langkah ini disebut sebagai pembuktian atas ketangguhan militer Iran di tengah klaim pihak luar yang meragukan kekuatan pertahanan mereka.

Read More

Serangan ini menonjol karena pengerahan teknologi rudal generasi baru yang ditenagai oleh bahan bakar padat dan cair, yang dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan dan menghantam banyak target secara presisi. Beberapa jenis alutsista yang dikonfirmasi terlibat dalam operasi ini meliputi rudal Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah. Keberhasilan peluncuran ini diklaim sebagai hasil dari koordinasi jaringan pangkalan rudal bawah tanah IRGC yang tetap beroperasi secara penuh meskipun tekanan konflik terus meningkat.

Di wilayah pendudukan, fokus serangan diarahkan pada kota Be’er Sheva yang merupakan pusat vital bagi teknologi keamanan siber dan fasilitas riset militer. IRGC mengeklaim telah berhasil menghantam pusat-pusat dukungan militer dan instalasi teknologi canggih di wilayah sensitif tersebut.

Selain itu, gelombang serangan ini juga menjangkau pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di beberapa negara, termasuk pangkalan Sheikh Isa dan Juffair di Bahrain, Ali al-Salem di Kuwait, serta al-Azraq di Yordania yang selama ini menjadi pusat koordinasi pasukan AS.

Eskalasi ini terjadi sebagai respons langsung atas rangkaian agresi yang sebelumnya diarahkan ke wilayah Iran. Sejak dimulainya Operasi True Promise 4, IRGC telah menunjukkan jangkauan serangannya yang luas, mulai dari sasaran jauh di dalam Tel Aviv dan al-Quds hingga aset laut di Samudra Hindia, seperti kapal induk Abraham Lincoln.

Melalui operasi terbarunya ini, Iran berusaha menegaskan bahwa kapabilitas rudal dan drone mereka tidak mengalami kemunduran, melainkan tetap menjadi ancaman strategis yang nyata bagi lawan-lawannya di kawasan tersebut.

Related posts