TEHERAN – Operasi militer Iran terus menunjukkan intensitas tinggi dengan fokus serangan yang kini bergeser pada pusat saraf intelijen dan sistem pertahanan udara lawan.
Sejak Rabu pagi, Angkatan Darat Iran melancarkan operasi drone besar-besaran yang menargetkan sejumlah fasilitas paling rahasia dan vital milik militer Israel, termasuk direktorat intelijen yang mengelola data strategis peperangan.
Dalam serangan yang dimulai sebelum fajar tersebut, Teheran secara spesifik membidik Unit 8200 dan direktorat intelijen Aman.
Unit 8200 dikenal sebagai tulang punggung pengumpulan intelijen sinyal dan operasi siber ofensif, sementara Aman memegang peranan kunci dalam identifikasi target militer.
Selain sektor siber, serangan ini juga menyasar gedung markas besar kapal selam di pangkalan angkatan laut Haifa, yang mengindikasikan upaya Iran untuk melumpuhkan kemampuan operasional laut musuh secara simultan.
Salah satu dampak paling signifikan dari operasi ini adalah gempuran terhadap sistem radar Green Pine. Sebagai elemen krusial dalam jaringan pertahanan rudal, kerusakan pada sistem radar ini diyakini akan melemahkan kemampuan intersepsi terhadap gelombang serangan udara berikutnya.
Kondisi ini diperburuk dengan laporan mengenai hancurnya teknologi radar canggih milik Amerika Serikat di Yordania, yang menurut sejumlah analisis media Barat, menjadi pukulan telak bagi arsitektur pertahanan udara AS di kawasan tersebut.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa strategi Amerika Serikat dalam mendukung pertahanan Israel justru menghadapi tantangan teknis yang berat.
Hancurnya infrastruktur pertahanan di Yordania dianggap sebagai kerugian besar bagi kemampuan militer AS untuk memantau pergerakan udara di wilayah konflik.
Analisis dari media internal di kawasan bahkan menyebutkan bahwa rangkaian serangan awal yang diluncurkan pihak sekutu justru secara tidak langsung memperkuat posisi tawar dan legitimasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam mengonsolidasi kekuatan pertahanan regional.
Hingga saat ini, operasi drone tersebut dilaporkan masih terus berlangsung dengan presisi yang menyasar pusat-pusat komando digital dan pengawasan.
Fokus pada pelemahan fungsi intelijen dan radar ini mengisyaratkan bahwa Iran tengah menyiapkan landasan bagi operasi militer yang lebih besar, dengan memastikan bahwa “mata dan telinga” lawan telah berhasil dilumpuhkan terlebih dahulu.





