Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Militer Israel Memasuki Hari ke-140

GAZA – Situasi di Jalur Gaza kian memprihatinkan setelah militer zionis Israel dilaporkan terus mengabaikan kesepakatan gencatan senjata. Hingga Sabtu (28/2/2026), aksi pelanggaran tersebut tercatat telah berlangsung selama 140 hari berturut-turut tanpa henti.

Berdasarkan laporan dari Palestinian Information Center (PIC), serangan artileri Israel menyasar kawasan timur pemukiman az-Zaitun di pusat Kota Gaza. Tak hanya itu, operasi penghancuran besar-besaran juga melanda wilayah timur Khan Yunis, di mana tank-tank penjajah dilaporkan memberondongkan tembakan ke arah warga, termasuk ke wilayah al-Mawasi di Rafah.

Read More

Korban Jiwa Terus Berjatuhan Gelombang kekerasan pada Jumat (27/2/2026) kemarin merenggut sedikitnya tujuh nyawa warga sipil, salah satunya adalah seorang anggota kepolisian. Insiden maut tersebut terjadi saat pasukan Israel membombardir area tenda pengungsian dan pos keamanan, yang juga menyebabkan banyak warga mengalami luka-luka.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan skala tragedi yang luar biasa. Sejak agresi besar yang dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa telah menembus angka 72.095 orang, sementara korban luka-luka mencapai 171.784 orang.

Data Pasca-Kesepakatan Damai Dalam kurun waktu 48 jam terakhir hingga akhir Februari ini, fasilitas medis di Gaza telah mengevakuasi sembilan jenazah dan merawat 19 pasien baru akibat serangan tersebut.

Ironisnya, sejak gencatan senjata resmi disepakati pada 10 Oktober 2025 lalu, kedamaian tak kunjung dirasakan warga Palestina. Sebaliknya, tercatat sedikitnya 628 warga tewas dan 1.686 orang lainnya terluka akibat serangan yang terus dilancarkan pihak Israel selama masa yang seharusnya menjadi periode gencatan senjata tersebut.

Related posts