Ukuran huruf:
Brent Turun ke 115,79 Dolar di Perdagangan Awal Senin Setelah Reli Jumat ke 116,72 Dolar
Redaksi • 26 Oktober 2026 • 0 Views

Harga minyak acuan Brent turun 93 sen ke 115,79 dolar Amerika Serikat per barel pada perdagangan awal Senin, 26 Oktober 2026, pukul 07:15 WITA, menurut Reuters.
Minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), turun 99 sen ke 102,28 dolar per barel pada jam yang sama, menurut sumber yang sama.
Koreksi kurang dari 1 dolar itu terjadi setelah Brent ditutup 116,72 dolar per barel pada Jumat, 23 Oktober 2026, naik 3,55 dolar atau 3,14 persen, menurut Reuters.
Penutupan Jumat itu menjadi penutupan Brent tertinggi sejak 29 April 2026, dan WTI ditutup 103,27 dolar per barel pada hari yang sama, naik 3,80 dolar atau 3,8 persen.
Penanda penting untuk pembaca: angka Senin di atas adalah posisi perdagangan awal Asia, bukan penutupan. Penutupan Senin belum tersedia saat artikel ini ditulis.
Dari 113,17 Dolar ke 116,72 Dolar, lalu Terkoreksi Tipis
Rangkaian sesi itu bermula pada Kamis, 22 Oktober 2026, ketika Brent ditutup 113,17 dolar per barel dan WTI ditutup 99,47 dolar per barel.
Pada Jumat, harga naik hampir 3 dolar setelah serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi, menurut Reuters.
Selisihnya kurang dari 1 dolar dari penutupan Jumat, sehingga angka awal Senin itu lebih tepat dibaca sebagai koreksi tipis.
Hormuz dalam Kabut Klaim
Di balik pergerakan harga itu, kabar dari Selat Hormuz masih dipenuhi klaim yang belum terverifikasi independen.
Televisi negara Iran, mengutip Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melaporkan tujuh tanker terbakar atau rusak pada malam 21 sampai 22 Oktober 2026.
Menurut laporan itu, empat tanker terbakar saat mentransfer minyak antar kapal di Teluk Persia utara, dan tiga lainnya menghantam ranjau laut di barat selat.
Kantor berita AP secara eksplisit menyatakan tidak dapat mengonfirmasi klaim itu secara independen, dan otoritas maritim UKMTO belum melaporkan insiden-insiden terbaru tersebut saat laporan AP terbit.
Laporan itu juga tidak menyebut korban, dan tidak memberi nama kapal, nomor IMO, bendera, atau posisi persis yang terkonfirmasi.
Satu agregator sekunder bahkan mengklaim total sembilan tanker dalam kurang dari 36 jam, dengan tambahan dua supertanker pada 23 Oktober, tetapi klaim itu berasal dari satu sumber dan belum terverifikasi.
Yang terverifikasi secara resmi hanyalah peringatan UKMTO 179-26 pada 21 Oktober 2026 pukul 01:45 UTC, soal satu tanker yang dihantam proyektil tak dikenal 11 mil laut sebelah barat Bukha, Oman.
Menurut peringatan itu, kebakaran timbul lalu padam, kapal kini di jangkar, seluruh awak dilaporkan selamat, dan tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan saat itu.
Satu pelansir sekunder mengidentifikasi kapal itu sebagai M/T Al Dasma, tanker produk berbendera Kuwait, dan menyebut 21 pelaut India dievakuasi dengan selamat, menurut Menteri India Sarbananda Sonowal.
UKMTO sendiri tidak menyebut nama kapal dan tidak menyebut pelaku dalam peringatannya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 22 Oktober 2026 lewat Truth Social menuduh Iran mengarang laporan serangan dan ranjau untuk menaikkan harga minyak menjelang pemilu sela Amerika Serikat.
Trump juga mengklaim lebih banyak minyak melewati Hormuz dibanding sebelum konflik, klaim yang bertentangan langsung dengan klaim Iran soal penutupan dan serangan di selat itu.
IRGC memperingatkan konflik bisa meluas ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan bila Amerika Serikat terus membantu kapal dagang melewati selat lewat rute yang dianggap tidak sah oleh Iran.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stéphane Dujarric, mendesak jalur laut itu dibuka kembali dan ketegangan mereda, dan menegaskan tidak ada kapal dagang yang boleh diserang.
Angka arus minyak lewat Hormuz yang beredar saling bertentangan antar sumber karena definisinya berbeda, sehingga artikel ini tidak memakai satu angka arus sebagai fakta tunggal.
Versi Resmi: Harga di Indonesia
Di sisi Indonesia, harga bahan bakar minyak di SPBU tidak berubah pada 24 dan 25 Oktober 2026, menurut industry.co.id dan Feedberry.
PT Pertamina Patra Niaga pada 24 Oktober 2026 menegaskan harga BBM subsidi, Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter, tetap sampai akhir 2026.
Untuk nonsubsidi, Pertamina pada tanggal yang sama menyebut harganya dipertahankan pada level periode sebelumnya, sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 12 Oktober 2026 menyatakan nonsubsidi dapat mengikuti mekanisme pasar.
Kedua pernyataan itu ditulis dengan tanggalnya masing-masing, karena yang satu menggambarkan kebijakan yang berlaku dan yang satu lagi menggambarkan penyesuaian ke depan.
Kementerian ESDM menetapkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata September 2026 sebesar 112,81 dolar per barel, naik dari 89,43 dolar pada Agustus 2026, lewat Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 pada 12 Oktober 2026.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, pada 13 Oktober 2026 menjamin pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi meski ICP September melonjak ke 112,81 dolar.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 12 Oktober 2026 juga menyebut penyesuaian harga membutuhkan jeda waktu, dan harga BBM bersubsidi dipertahankan hingga akhir Desember 2026.
Penanda penting untuk pembaca: sampai paket bahan ini disusun pada Senin pagi, 26 Oktober 2026, tidak ditemukan pernyataan resmi baru dari pemerintah Indonesia yang merespons lonjakan harga pada 23 Oktober.
Pernyataan-pernyataan di atas bertanggal 12 Oktober, 13 Oktober, dan 24 Oktober 2026, dan tidak boleh dibaca sebagai respons atas lonjakan 23 Oktober.
Harga spot Brent 115,79 dolar pada perdagangan awal Senin juga bukan harga rata-rata, sehingga tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan ambang harga rata-rata tertentu sudah terlampaui.
Untuk proyeksi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada 21 Oktober 2026 memproyeksikan rata-rata ICP tahun ini mencapai 95 dolar per barel.
Proyeksi tahunan itu berbeda cakupannya dengan proyeksi ICP Oktober 98 sampai 103 dolar per barel, dan keduanya adalah proyeksi, bukan realisasi.
Analisis FinanceFeeds untuk pekan depan menyebut dua level acuan, yaitu 120 dolar sebagai skenario naik dan 108 dolar sebagai skenario turun, dan kedua angka itu adalah prediksi analis tersebut, bukan arah harga yang pasti.
Yang Masih Ditunggu
Sejumlah hal baru akan terjawab pada hari-hari berikutnya, dan yang pertama adalah penutupan pasar Senin, 26 Oktober 2026, yang akan menggantikan angka perdagangan awal di artikel ini.
Ketetapan ICP Oktober 2026 juga belum ditetapkan saat paket bahan ini disusun, dan konfirmasi independen atas klaim tujuh tanker masih ditunggu.
Agenda lain yang disebut paket ini adalah pemilu Israel pada 27 Oktober 2026 dan rapat bank sentral Amerika Serikat, The Fed, pada 27 dan 28 Oktober 2026.
Pembaca sebaiknya menunggu pengumuman resmi berikutnya, bukan rumor harga, untuk mengetahui apakah ada perubahan apa pun, dan artikel ini menggambarkan keadaan per Senin pagi, 26 Oktober 2026, sebelum penutupan pasar Senin.
Read More
Related Posts
Komentar
Memuat komentar…

























