Pertemuan Teheran Hanya Sepakati Lanjut Bicara, Serangan Houthi ke Saudi Berlanjut Sehari Kemudian
Redaksi • 28 Oktober 2026 • 4 Views

TEHERAN
Sehari setelah pertemuan Teheran, diplomasi dan serangan berjalan beriringan: Dewan Menteri Saudi menelaah hasil pertemuan pada Selasa, 27 Oktober 2026, sementara koalisi pimpinan Saudi melaporkan pencegatan gelombang serangan Houthi yang baru.
Hasil pertemuan 26 Oktober itu sendiri tetap sempit. Para pihak hanya sepakat melanjutkan pembicaraan, tanpa gencatan senjata, tanpa komunike bersama, dan tanpa kesepakatan menghentikan serangan Houthi ke Arab Saudi.
Pertemuan Senin itu mempertemukan Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan kunjungan itu merupakan bagian dari upaya aliansi meredakan ketegangan, mendorong dialog dan solusi diplomatik, serta mendukung mediasi yang dilakukan Qatar dan Pakistan.
Pada Selasa, Dewan Menteri Saudi yang diketuai Putra Mahkota Mohammed bin Salman bersidang di Riyadh untuk menelaah laporan Khalid bin Salman dari Teheran.
Pernyataan dewan itu menegaskan kembali komitmen Saudi terhadap keamanan dan stabilitas, serta memuji keberhasilan pertahanan udara Kerajaan mencegat serangan Houthi yang berulang.
Pernyataan itu tidak menyebut Iran berdasarkan namanya, tidak menyerukan aksi militer Amerika Serikat, dan tidak mengutuk Teheran atas blokade Hormuz atau perannya memasok Houthi.
### Rezaei Melapor ke Khamenei, Teheran Menilai Pembicaraan Sangat Baik
Pada hari yang sama, Rezaei bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei menekankan pentingnya mengejar kepentingan Iran dan mempertahankan syarat-syaratnya untuk mengakhiri perang.
Rezaei sendiri menilai pembicaraan Teheran sangat baik dan merasakan suasana baru muncul di kawasan. Penilaian itu berdampingan dengan fakta yang dilaporkan sejumlah media: tidak ada hasil konkret, dan serangan Houthi baru terjadi dalam hitungan jam setelah pertemuan berakhir.
Menurut pemberitaan Reuters, syarat Iran untuk mengakhiri perang meliputi berakhirnya blokade Amerika Serikat atas pelabuhan Iran dan sanksi atas ekspor minyak Iran.
Pejabat Iran kepada Reuters menyatakan program nuklir tidak dibahas dalam pertemuan 26 Oktober, dan isu itu tidak akan dibahas sampai tuntutan Teheran untuk mengakhiri perang dipenuhi.
Gelombang serangan baru itu dilaporkan The National News: koalisi mencegat tiga rudal balistik dan empat drone, disusul dua rudal lagi yang diarahkan ke Riyadh.
Tidak ada perwakilan Houthi di meja Teheran. Menurut laporan yang sama, prasyarat Houthi adalah Arab Saudi mencabut blokade udaranya atas Yaman sebelum penghentian pertempuran apa pun.
### Dua Klaim Besar Tanpa Konfirmasi
Di tengah diplomasi itu, media Israel melaporkan Arab Saudi menawarkan 1 miliar dolar Amerika Serikat kepada Houthi lewat perundingan yang dimediasi Iran. Laporan itu mengutip sumber diplomatik Teluk yang tidak disebut namanya.
Pejabat Saudi tidak mengonfirmasi adanya transfer uang, dan tidak ada media lain yang mengonfirmasi klaim itu. Detail bahwa uang dibawa pesawat angkut militer Hercules yang ditumpangi Khalid bin Salman berasal dari satu sumber diplomatik dalam laporan yang sama.
Laporan terpisah dari The National News menyebut Iran meminta negara-negara Pakta Mekkah menekan Washington agar menerima jeda dua pekan, dengan imbalan pembukaan bertahap Selat Hormuz.
Menurut Iran International, prasyarat Iran untuk pembukaan itu meliputi akses 24 miliar dolar cadangan beku dan pencabutan pembatasan izin kontainer di Bandar Abbas. Kedua laporan itu belum dikonfirmasi pihak Saudi, Turki, Pakistan, maupun Amerika Serikat.
Kedua klaim besar itu ditulis di sini sebagai klaim satu sumber, bukan sebagai fakta. Tidak ada pihak yang disebut dalam laporan-laporan itu yang mengonfirmasi kebenarannya kepada publik.
### Jalur AS-Iran: Masih Terjadwal, Venue Masih Diperebutkan
Mediator Qatar mengunjungi Teheran pada 25 Oktober, sehari sebelum pertemuan Pakta Mekkah, dan bekerja dalam koordinasi dengan Amerika Serikat menurut pejabat regional yang tidak disebut namanya.
Di jalur Amerika Serikat-Iran, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan pada Selasa bahwa pembicaraan masih terjadwal, utusan khusus Steve Witkoff tetap terlibat, dan pembicaraan akan berlanjut pada akhir pekan.
Fox News melaporkan Iran meminta pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat digelar di Oman pada hari Jumat, 30 Oktober, dan dibatasi pada format bilateral Amerika Serikat-Iran saja, tanpa negara Arab dan regional lain.
Sehari sebelumnya, Reuters melaporkan Turki muncul sebagai venue potensial dengan mediator Arab Saudi dan Qatar berperan aktif. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum mengonfirmasi secara publik jadwal maupun format pembicaraan apa pun.
Ketiga keterangan itu ditulis berdampingan: permintaan Jumat di Oman adalah permintaan Iran menurut satu sumber, venue Turki adalah kemungkinan yang dilaporkan sehari sebelumnya, dan keduanya belum dikonfirmasi resmi.
### Hormuz: Klaim Tertutup Berhadapan dengan Data Transit
Panglima Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menyatakan Selat Hormuz tertutup sepenuhnya dan berada di bawah kendali penuh Iran.
Pernyataan itu bertentangan dengan pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat sebelumnya bahwa rute utama bebas dan bersih dari ranjau laut Iran, serta dengan data transit yang menunjukkan kapal tetap melintas dalam jumlah berkurang.
Lloyd's List mencatat 104 kapal non-Iran melintas pada 5 sampai 11 Oktober, sementara Kpler mencatat 131 penyeberangan pada pekan yang berakhir 14 Oktober. Survei pagi 28 Oktober mencatat arus Hormuz berjalan sekitar 60 persen dari normal.
Klaim tertutup sepenuhnya adalah pernyataan Iran, bukan pengukuran pelayaran. Artikel ini tidak menulis selat itu tertutup atau terbuka tanpa atribusi.
### Iran dan Houthi: Klaim Pengaruh Bertentangan
Iran dikabarkan mengklaim tidak punya cukup pengaruh atas Houthi, dan meminta negara-negara pengunjung membantu memajukan usulan jeda dua pekan dengan Amerika Serikat.
Klaim itu bertentangan dengan pelaporan Wall Street Journal bahwa Iran memberi Houthi pelatihan, intelijen, panduan taktis, dan bantuan penargetan.
Di lapangan, Houthi melancarkan gelombang serangan baru dalam hitungan jam setelah pertemuan Teheran berakhir. Satu analisis menilai hal itu menunjukkan Iran entah tidak bisa atau tidak mau menahan proksinya, tetapi penilaian itu adalah penalaran analis, bukan fakta terverifikasi.
### Klaim Undangan ke Kerangka Pakta Mekkah
Kalangan yang didukung pemerintah Iran mengklaim Teheran diundang bekerja sama atau selaras dengan kerangka Pakta Pertahanan Mekkah. Tidak ditemukan pernyataan dari Arab Saudi, Turki, atau Pakistan yang mengonfirmasi undangan semacam itu.
Tidak ditemukan pernyataan tersendiri Turki maupun Pakistan tentang hasil pertemuan Teheran dalam pemberitaan 27 sampai 28 Oktober.
### Israel: Tanpa Tanggapan Resmi atas Teheran
Tidak ditemukan tanggapan resmi pemerintah Israel atas pertemuan Teheran dalam pemberitaan 27 sampai 28 Oktober.
Pernyataan resmi Israel yang terdekat secara waktu adalah peringatan pra-pemilu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 26 Oktober, bukan tanggapan atas Teheran: menurut intelijen, Iran atau proksinya dapat menyerang sebelum pemilu untuk mengganggu pemungutan suara.
Israel mengadakan pemilu pada Selasa, 27 Oktober. Hal itu adalah penjelasan yang masuk akal atas tidak adanya tanggapan resmi pada hari yang sama, tetapi penjelasan itu adalah penalaran redaksi, bukan pernyataan resmi Israel.
### Insiden Paralel di Laut dan Tenggat 3 November
Sebagai konteks, pada Selasa pula enam kapal perang Iran gagal menghentikan kapal tanker berbendera Amerika Serikat di Selat Hormuz, dan militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran Shahed-139 yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan internasional.
Tidak ada korban luka dan tidak ada kerusakan peralatan Amerika Serikat yang dilaporkan dari kedua insiden itu.
Semua perhitungan ini dibayangi satu tanggal: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ia tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilihan sela Amerika Serikat pada 3 November.
Tonggak berikutnya yang sudah disebut adalah pembicaraan Jumat di Oman pada 30 Oktober yang diminta Iran, yang statusnya masih belum dikonfirmasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Sampai pagi 28 Oktober waktu Indonesia, tidak ditemukan pernyataan atau langkah lanjutan baru bertanggal 28 Oktober dari pihak mana pun.
Read More
Related Posts
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
PM Irak Kunjungi Damaskus Pertama Kali Sejak Jatuhnya Assad, Pipa Baniyas Jadi Agenda Utama
Komentar
Memuat komentar…




















