
Memuat…

Redaksi • 25 Oktober 2026 • 0 Views

Jajak pendapat final menjelang pemilu Israel, Selasa, 27 Oktober 2026, terbelah tajam. Tiga lembaga televisi besar memberi blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu 50 kursi, sementara Channel 14 memberi blok itu 62 kursi, tepat di atas ambang mayoritas 61 kursi.
Semua angka itu adalah proyeksi survei, bukan hasil pemilu, dan tidak satu pun dari angka itu yang boleh dibaca sebagai pemenang yang sudah pasti.
Pemilu ini memilih Knesset ke-26, pemungutan suara umum pertama Israel sejak serangan 7 Oktober 2023 dan perang-perang sesudahnya. Sekitar 7,3 juta orang berusia 18 tahun ke atas berhak memilih, menurut Komite Pemilihan Pusat.
Sebagian besar tempat pemungutan suara buka pukul 07.00 sampai 22.00 hari Selasa, dan hari pemilu adalah hari libur nasional. Pemilih memilih partai, bukan calon.
Kursi dibagi proporsional dengan perolehan suara nasional, partai yang melewati ambang elektoral 3,25 persen masuk parlemen, dan mayoritas membutuhkan 61 dari 120 kursi.
Tidak ada partai yang pernah memenangkan 61 kursi secara langsung, sehingga perdana menteri lahir dari perundingan koalisi, bukan otomatis dari partai peraih kursi terbanyak.
Survei-survei final tiga lembaga televisi itu terbit Jumat, 23 Oktober 2026, sebelum larangan merilis survei pemilu berlaku Sabtu, 24 Oktober 2026. Survei Kan 11, Channel 12, dan Channel 13 sama-sama memberi blok Netanyahu 50 kursi, seperti dilaporkan Times of Israel dan dirangkum Votendi.
Untuk blok oposisi, Kan memberi 52 kursi, Channel 13 memberi 54 kursi, dan Channel 12 memberi 56 kursi. Partai-partai Arab dihitung terpisah: Kan 14 kursi, Channel 12 14 kursi, dan Channel 13 16 kursi.
Survei Kan juga memberi 4 kursi pada satu daftar tak terafiliasi, yaitu Partai Reservists.
Di tingkat partai tunggal, partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot memimpin dalam survei-survei final itu, dengan 22 kursi di survei Kan, 22 kursi di survei Channel 13, dan 23 kursi di survei Channel 12, di depan Likud pimpinan Netanyahu yang diproyeksikan meraih 19 sampai 21 kursi.
Rangkuman Haaretz atas ketiga survei itu, yang dilansir Global1 News pada 24 Oktober 2026, menegaskan hal yang sama: tidak ada blok yang mencapai 61 kursi, dan blok Eisenkot memimpin koalisi Netanyahu dengan selisih dua sampai enam kursi.
Gambaran berbeda datang dari Channel 14. Survei Channel 14 yang dijalankan NEXT DATA, yang terbit 22 Oktober 2026, memberi blok Netanyahu 62 kursi, dengan 44 kursi untuk oposisi non-Arab dan 14 kursi untuk partai-partai Arab, dari 7.937 responden.
Per partai, survei itu memberi Likud 30 kursi dan Yashar 20 kursi. Dalam perbandingan langsung kelayakan menjadi perdana menteri di survei itu, Netanyahu memimpin atas Eisenkot dengan 55 persen berbanding 45 persen.
Survei i24NEWS yang dijalankan Direct Polls memberi gambaran ketiga. Survei 20 Oktober 2026 itu memberi blok Netanyahu 58 kursi, tanpa menghitung partai Amcha Israel pimpinan Ofer Winter, dari 521 responden dengan galat sampling maksimum yang dilaporkan plus minus 4,3 poin persentase.
Rangkuman final atas survei-survei itu menyebut angka i24NEWS sebesar 59 kursi, termasuk 4 kursi proyeksi untuk partai Winter. Perbedaan 58 dan 59 itu bukan dua survei berbeda yang bisa dipilih seenaknya.
Perbedaan itu berasal dari perlakuan terhadap partai Winter, dan penulis wajib menyebut tanggal survei serta perlakuan itu bila memakai angkanya.
Perbedaan-perbedaan ini wajib dibaca dengan satu catatan metodologi: definisi blok tidak identik antar lembaga. Ada lembaga yang menghitung partai Arab secara terpisah, ada yang menghitungnya di dalam blok oposisi, dan ada yang memisahkan daftar tak terafiliasi.
Karena itu angka blok dari lembaga yang berbeda tidak boleh dibandingkan seolah definisinya sama persis, dan selisih satu sampai dua kursi tidak boleh dibaca sebagai keunggulan yang sudah pasti.
Analisis agregasi Jewlicious mencatat tujuh lembaga lain memberi kubu Netanyahu 48 sampai 51 kursi, sementara Channel 14 di 62 dan i24NEWS di 58.
Soal perbedaan itu, analisis yang sama mencatat dua hal yang saling mengimbangi: Direct Polls paling mendekati hasil nyata pada pemilu 2022, dan di sisi lain survei Channel 14 dijalankan oleh Shlomo Filber, yang pernah menjalankan kampanye Likud 2015.
Kedua catatan itu adalah penilaian atas lembaga survei, bukan putusan tentang angka mana yang benar.
Di tengah kebuntuan proyeksi itu, pemilih Arab berpotensi menjadi penentu aritmetika koalisi.
Jajak pendapat yang dikutip Reuters memberi blok Eisenkot 52 kursi berbanding blok Netanyahu 50 kursi, dengan dua daftar Arab, yaitu United Arab List (Ra'am) pimpinan Mansour Abbas dan Joint List tiga partai (Hadash, Ta'al, Balad), diproyeksikan meraih gabungan 13 sampai 15 kursi.
Proyeksi gabungan partai-partai Arab itu naik dari 10 kursi di parlemen yang akan berakhir. Survei Kan yang dilaporkan menyebut partisipasi Arab yang mendekati 70 persen dapat menghasilkan 13 kursi Arab.
Para pemimpin Ra'am mendesak komunitas Arab memilih pada pemilu 27 Oktober, dengan harapan partisipasi yang lebih tinggi dapat menggeser aritmetika koalisi demi blok anti-Netanyahu pimpinan Yashar, seperti disampaikan Mansour Abbas kepada Reuters.
Di sisi lain, Eisenkot menyatakan, "Saya tidak melihat partai Arab yang menerima prinsip-prinsip saya," seperti dikutip ringkasan yang mengutip Reuters, dengan menyebut antara lain penolakan partai-partai itu menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.
Avigdor Lieberman secara terbuka menolak elemen-elemen kunci rencana koalisi Eisenkot dan memposisikan diri sebagai potensi pengganjal, sehingga partai-partai kecil dan kesepakatan suara kemungkinan besar menentukan tawar-menawar koalisi pasca-pemilu, menurut ringkasan Particle News.
Semua angka partisipasi di atas adalah proyeksi atau data pemilu lalu, bukan hasil yang sudah terjadi. Warga Arab sekitar 21 persen populasi Israel, dan partisipasi mereka pada pemilu 2022 hanya 53 sampai 56 persen, berbanding sekitar 70 persen secara nasional.
Institut Stat-Net Research memproyeksikan partisipasi Arab 63 persen, sementara pemimpin Joint List Ahmad Tibi memprediksi hingga 70 persen. Masing-masing angka itu berasal dari satu sumber, bukan konsensus, dan tidak boleh ditulis sebagai angka yang sudah pasti.
Partai-partai kecil di sekitar ambang elektoral ikut menentukan.
Partai Winter diproyeksikan meraih 4 kursi dalam satu laporan Channel 12 tanggal 21 Oktober, tetapi berada di bawah ambang 3,25 persen dengan 1,5 persen di survei Channel 14, dan gagal melewati ambang dalam survei final Kan dan Channel 13.
Partai Reservists pimpinan Yoaz Hendel diproyeksikan masuk dengan 4 kursi hanya di survei Kan, dan gagal di survei final Channel 12 dan Channel 13.
Lolos atau gagalnya satu partai kecil menggeser total blok beberapa kursi, dan karena itu angka blok tidak boleh dikutip tanpa menyebut lembaga dan tanggalnya.
Versi resmi soal apa yang terjadi sesudah pemungutan suara berasal dari jadwal Komite Pemilihan Pusat. Sebagian besar tempat pemungutan suara tutup pukul 22.00 hari Selasa, dan jajak keluar diperkirakan dirilis saat tempat pemungutan suara tutup.
Surat suara dihitung sesudahnya, dan Komite Pemilihan Pusat menerbitkan hasil resmi dalam delapan hari, paling lambat Rabu, 4 November 2026. Knesset baru menggelar sidang pertama dalam 14 hari sesudah hari pemilu.
Dalam tujuh hari sesudah hasil resmi, Presiden berkonsultasi dengan daftar-daftar terpilih dan memberi tugas membentuk pemerintahan kepada satu anggota yang menyetujuinya. Anggota itu punya 28 hari, yang dapat diperpanjang Presiden hingga 14 hari lagi, dan pemerintahan mulai bertugas setelah Knesset menyatakan kepercayaan kepadanya.
Bila tidak ada yang berhasil merakit koalisi 61 kursi, Israel memilih lagi.
Sebagai latar waktu, bukan sebagai sebab elektoral, operasi militer Israel di Tepi Barat pasca-penembakan Hebron pada Jumat, 23 Oktober 2026, yang menewaskan 2 tentara Israel, masih berjalan saat survei-survei final itu terbit.
Tidak ada jajak pendapat pasca-serangan Hebron yang terverifikasi dan membuktikan pergeseran suara pemilih, sehingga artikel ini tidak menulis serangan itu sebagai penyebab naik atau turunnya elektabilitas pihak mana pun.
Pada 14 Oktober 2026, Netanyahu berkata bahwa ia tidak menginginkan serangan pendahuluan terhadap Iran sebelum pemilu Israel 27 Oktober, seperti dilaporkan Reuters.
"Kami dapat memastikan terbentuknya pemerintahan perubahan yang baru," kata Mansour Abbas kepada Reuters, menyampaikan harapannya bila partisipasi pemilih Arab naik pada pemilu Selasa itu.
InternasionalInternasional • 24 Oktober 2026
InternasionalInternasional • 22 April 2026
InternasionalInternasional • 28 Maret 2026
Memuat komentar…
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!