Ukuran huruf:
Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Redaksi • 29 Oktober 2026 • 1 Views

RIYADH
Koalisi pimpinan Saudi mengumumkan pada dini hari Kamis 29 Oktober waktu Saudi bahwa pertahanan udara mencegat dan menghancurkan satu rudal balistik Houthi ke arah Eastern Province, sementara klaim Houthi soal kilang Ras Tanura masih belum dikonfirmasi otoritas Saudi atau Aramco sampai liputan 28 Oktober ditutup.
Dow Jones pada 28 Oktober menulis otoritas Saudi belum mengonfirmasi klaim maupun kerusakan apa pun, dan Aramco tidak segera menanggapi permintaan komentar. Associated Press, lewat relai, menulis pihaknya tidak dapat memverifikasi klaim itu secara independen dan Saudi tidak berkomentar.
Pada gelombang 29 Oktober itu, Pertahanan Sipil mengeluarkan peringatan darurat bagi penduduk Eastern Province atas ancaman keamanan yang tidak dirinci. Peringatan itu kemudian dicabut di Eastern Province dan Najran setelah wilayah itu dinyatakan aman.
Tidak ada fasilitas yang disebut sebagai target pada gelombang 29 Oktober itu. Tidak ada sumber yang mengaitkan rudal itu dengan Ras Tanura secara khusus.
The Chronicle pada 29 Oktober melaporkan juru bicara koalisi Turki al-Maliki mengonfirmasi pencegatan itu lewat unggahan X. Unggahan itu tidak dibuka langsung dalam riset ini, sehingga pernyataan ini ditulis sebagai parafrasa saja, bukan kutipan verbatim.
Gelombang 28 Oktober: Taif
Sehari sebelumnya, pada dini hari Rabu 28 Oktober waktu Saudi, koalisi mengumumkan mencegat dan menghancurkan satu rudal balistik Houthi ke arah Taif. Surat kabar Maaal mengutip pernyataan juru bicara resmi koalisi Mayjen Turki al-Maliki, dan sindikasi Reuters memuat pengumuman yang sama.
Pada gelombang Taif itu, Pertahanan Sipil sempat mengeluarkan peringatan dini di Jeddah dan Yanbu, lalu menyatakan bahaya sudah berlalu di kedua wilayah itu beberapa menit kemudian. Ancaman yang memicu peringatan itu tidak dirinci, sehingga peringatan tersebut bukan serangan yang dikonfirmasi ke kedua kota itu.
Soal korban dan kerusakan Taif, dua versi beredar berdampingan dan wajib dibaca bersama. Blog mohintechbd menulis koalisi melaporkan tidak ada korban atau kerusakan dari pencegatan Taif. The Chronicle menulis koalisi tidak segera memberikan informasi soal kemungkinan korban atau kerusakan.
Target yang dinyatakan koalisi pada gelombang itu adalah Taif, kota di barat Arab Saudi. Artikel ini tidak menuliskannya sebagai target, karena Makkah bukan target yang dinyatakan.
Klaim Ras Tanura dan Kementerian Pertahanan
Klaim yang menjadi judul paket ini berasal dari 27 Oktober. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim rudal Houthi menghantam kilang Ras Tanura dan menimbulkan kebakaran di kompleks itu.
Satu-satunya konfirmasi yang mendekati kebakaran itu datang dari sumber tak bernama yang dikutip Bloomberg, yang menyebut Arab Saudi mengendalikan kebakaran di dekat terminal Ras Tanura pada dini hari 27 Oktober.
Sumber tak bernama itu bukan pernyataan resmi Saudi atau Aramco, dan luas serta penyebab kerusakan tetap tidak ditetapkan.
Sampai 28 Oktober, tidak ada konfirmasi resmi yang mengubah status itu.
Particle pada pembaruan 28 Oktober menulis konfirmasi resmi Saudi atas hantaman langsung ke Ras Tanura, Kementerian Pertahanan, dan pesawat yang hancur tetap tidak ada.
Realnewshub pada pembaruan yang sama menulis Saudi dan Aramco belum mengeluarkan penilaian operasional publik soal gangguan pengolahan atau pengiriman.
Klaim kedua Saree, bahwa sebuah rudal menargetkan Kementerian Pertahanan di Riyadh dan menghantam langsung, juga belum terverifikasi.
Daily Jagran pada pagi 28 Oktober menulis klaim itu belum terverifikasi secara independen dan Kementerian Pertahanan Saudi belum bereaksi pada waktu pelaporan.
Perwakilan AFP hanya tercatat mendengar ledakan di Riyadh, dan mendengar ledakan bukan bukti gedung terkena.
Serpihan pencegatan dua rudal di atas Riyadh pada Selasa sore 27 Oktober merusak satu gedung, satu lokasi konstruksi, dan satu kendaraan, menurut Pertahanan Sipil lewat teks Reuters.
The Chronicle pada 29 Oktober menambahkan tidak ada korban yang dilaporkan dalam insiden serpihan itu. Serpihan yang jatuh bukan bukti serangan berhasil.
Empat gelombang, jangan dijumlah
Empat gelombang dalam cerita berkembang ini wajib ditulis terpisah, masing-masing dengan sumbernya sendiri. Pada pagi 27 Oktober, koalisi mengumumkan pencegatan tiga rudal ke Eastern Region dan empat drone ke selatan. Pada sore 27 Oktober, koalisi menyatakan mencegat dua rudal balistik ke arah Riyadh.
Gelombang ketiga adalah satu rudal ke Taif pada 28 Oktober, dan gelombang keempat adalah satu rudal ke Eastern Province pada 29 Oktober.
Agregasi harian lain yang beredar, dari The Levant Files, mencatat empat drone dan lima rudal pada 27 Oktober dengan cakupan yang berbeda, sehingga angka itu tidak boleh dijumlah dengan dua pengumuman koalisi hari itu.
Sebagai latar bertanggal, pada 26 Oktober koalisi menyatakan mencegat satu rudal ke arah Riyadh dan menghancurkan dua peluncur di Sanaa, salah satunya dinyatakan sebagai peluncur rudal Riyadh.
Operasi koalisi yang lebih luas pada hari yang sama mencakup lima terowongan, empat peluncur, dan satu depo. Hubungan kedua pernyataan itu tidak dijelaskan, dan keduanya tidak boleh dijumlah menjadi enam peluncur.
Untuk 28 dan 29 Oktober, riset ini tidak menemukan pernyataan resmi koalisi tentang operasi balasan di Yaman.
Yang ada hanya klaim satu sisi, antara lain klaim Houthi soal 81 serangan dalam 24 jam pada 27 Oktober dengan total kumulatif 3.379, serta klaim satu media sekunder pada 28 Oktober soal kerugian berat Houthi di darat yang tidak terverifikasi dan tidak dirinci.
Bandara masih dibuka sebagian
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh masih dibuka sebagian sejak 25 Oktober, dengan Terminal 1 untuk penerbangan domestik dan Terminal 2 untuk penerbangan internasional maskapai nasional. Tidak ditemukan pengumuman baru otoritas penerbangan sipil GACA pada 28 Oktober yang mengubah status itu.
Daftar penangguhan maskapai asing per 28 Oktober, yang dicatat TravelMonitor, masih panjang.
Etihad menangguhkan layanan sampai 5 November, IndiGo sampai 31 Oktober, Air India dan Air India Express untuk Riyadh dan Dammam sampai 7 November, Lufthansa untuk Riyadh sampai 18 November dan Dammam sampai 30 November, dan Cathay Pacific untuk Riyadh sampai 31 Januari 2027.
British Airways dijadwalkan mengoperasikan satu penerbangan harian ke Riyadh mulai 3 November.
Di sisi lain, operasi terbatas bandara itu berlanjut. Kedutaan India di Riyadh pada 27 Oktober dan Konsulat India di Jeddah pada 28 Oktober mengonfirmasi layanan terbatas itu, termasuk layanan maskapai flynas dari Riyadh dan Dammam ke sejumlah kota India pada tanggal tertentu.
Siaran pers Biman Bangladesh pada 28 Oktober mengandung konflik internal yang wajib ditulis berdampingan bila dipakai.
Judul berita itu menulis 135 penerbangan batal, sementara isi berita yang sama menghitung 153 penerbangan, yaitu 76 penerbangan langsung ditambah 77 penerbangan transit, dengan 22.636 penumpang telantar sejak 10 Oktober.
Pasar: penutupan 28 Oktober
Harga minyak penutupan 28 Oktober, menurut CNBC dan Xinhua lewat dua relai yang sepakat pada angka yang sama, adalah Brent 115,32 dolar, naik 1,44 dolar atau 1,26 persen dari 113,88 dolar pada 27 Oktober.
WTI kontrak Desember ditutup pada 102,78 dolar, naik 2,88 dolar atau 2,88 persen dari 99,90 dolar.
Cuplikan perdagangan tengah hari ditulis terpisah dengan stempel waktunya masing-masing dan bukan penutupan.
Reuters pada 0140 GMT Rabu mencatat Brent 115,36 dolar dan WTI 101,12 dolar. Dow Jones pada 07:54 GMT Rabu mencatat Brent Desember 116,03 dolar dan WTI Desember 101,91 dolar. DTN pada 09:05 EDT Rabu mencatat Brent Desember sekitar 115,14 dolar dan WTI Desember 101,81 dolar.
Sesi Selasa sebelumnya turun hampir 2 dolar setelah pembicaraan Teheran meredakan kekhawatiran pasokan.
Data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) mencatat stok minyak mentah Amerika Serikat turun 1,892 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober, penarikan keempat berturut-turut, dengan stok komersial 410,6 juta barel atau 4 persen di bawah rata-rata lima tahun.
Prakiraan UBS, yang ditulis sebagai prakiraan dan bukan fakta, menaikkan proyeksi Brent akhir tahun menjadi 110 dolar dari 100 dolar, dengan 95 dolar pada Maret 2027 dan 90 dolar pada Juni 2027.
Pertemuan tujuh produsen OPEC+ pada 1 November diperkirakan mempertahankan target Desember, tetapi itu perkiraan menjelang pertemuan, bukan keputusan.
Di pasar regional, bursa Tadawul turun 1,3 persen pada perdagangan pagi atas laporan itu, lalu ditutup naik 0,37 persen di atas 10.000 untuk pertama kalinya sejak 19 Oktober. Saham Aramco ditutup turun 0,31 persen, sementara Bahri naik 1,64 persen.
Pernyataan Mesir: karakterisasi satu pihak
Pada Selasa 27 Oktober, pejabat Houthi Mohammed Ali al-Houthi menulis di Telegram bahwa otorisasi parlemen Mesir atas dukungan militer untuk Arab Saudi adalah deklarasi perang terhadap Yaman. Ia juga menyebut kerja sama Saudi, Pakistan, dan Turki sebagai tindakan agresi yang jelas dan terang-terangan terhadap Iran.
Kedua pernyataan itu adalah karakterisasi satu pihak, bukan fakta bahwa Mesir berperang. Bingkai Kairo atas otorisasi parlemen pada 26 Oktober itu adalah dukungan yang strictly defensive, dan tidak ada bukti pasukan Mesir memasuki pertempuran dalam riset ini.
Yang masih ditunggu dari cerita berkembang ini adalah pernyataan resmi Saudi atau Aramco soal Ras Tanura, pernyataan soal Kementerian Pertahanan, pengumuman baru soal bandara, gelombang berikutnya bila ada, dan keputusan OPEC+ pada 1 November untuk konteks harga saja.
Read More
Related Posts
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
PM Irak Kunjungi Damaskus Pertama Kali Sejak Jatuhnya Assad, Pipa Baniyas Jadi Agenda Utama
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
Draf Damai Qatar ke Teheran Dilaporkan Dua Versi: Dipertimbangkan atau Ditolak
Komentar
Memuat komentar…




















